Gegara Harga BBM Naik, Omzet Produsen Tahu Anjlok 20%

117
Aktivitas salah satu produsen tahu yang ada di wilayah Limo

Limo | jurnaldepok.id
Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) tidak hanya berdampak terhadap turun nya daya beli masyarakat namun juga berimbas pada penurunan omzet para pelaku usaha kecil termasuk produsen Tahu AS yang berlokasi di Jalan Cemara Ujung RW 10, Kelurahan Grogol, Kecamatan Limo yang mengalami penurunan omzet penjualan hingga 20 % pasca ditetapkannya kenaikan BBM oleh Pemerintah pada pekan pertama bulan September 2022.

Manajer Produksi Tahu AS, Puji mengatakan penurunan omzet penjualan dapat dihitung dari jumlah kacang kedelai yang diproduksi setiap hari dimana pada sebelumnya pihaknya bisa menghabiskan 2,5 ton kacang kedelai untuk dioleh menjadi Tahu namun seiring menurunnya daya beli masyarakat kini Pabrik Tahu AS hanya memproduksi paling banyak 2 ton kacang kedelai untuk dibuat tahu.

“Daya beli masyarakat sekarang makin turun dan berdampak terhadap penurunan omzet penjualan kami, tercatat sekitar 20 persen omzet penjualan kami turun setelah kenaikan BBM, hal ini diperparah lagi dengan meningkatnya harga kacang kedelai yang sekarang sudah mencapai Rp 12.500 / kilogram,” ujar Puji kepada Jurnal Depok, kemarin.

Dikatakan Puji, meskipun hampir setiap pekan harga kacang kedelai naik dan daya beli masyarakat cenderung terus menurun, namun pihaknya tetap berupaya tidak menghentikan produksi untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.

“Kami tidak punya pilihan selain tetap produksi hal ini kami lakukan untuk menjaga ketersediaan tahu bagi pelanggan kami yang sebagian besar adalah para pedagang makanan berbahan dasar tahu, kami tidak ingin mereka kesulitan mencari bahan dagangan,” ungkap Puji.

Dia menambahkan, kenaikan harga kacang kedelai ditengah menurunnya daya beli masyarakat tentu sangat memberatkan para pengrajin tahu dan tempe terlebih bagi para pengrajin rumahan yang omzet nya dibawah 500 kilo gram / hari.

“Kami masih berupaya bertahan produksi hanya untuk memenuhi kebutuhan pelanggan, kalau bicara keuntungan tentu sangat memprihatinkan namun Alhamdulillah 30 karyawan kami bisa memaklumi keadaan seperti ini,” imbuhnya.

Puji berharap, kedepan harga kacang kedelai bisa stabil dan tidak terus mengalami kenaikan sehingga para pengrajin tahu dan tempe tidak terancam gulung tikar.

“Kalau harga kacang kedelai tiap minggu naik, dan daya beli masyarakat terus menurun, maka jelas itu akan mengancam keberadaan pengrajin tahu dan tempe oleh sebab itu kami tentu sangat berharap harga kedelai bisa stabil dan tidak naik lagi,” tutup Puji. n Asti Ediawan

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here