
Kota Kembang | jurnaldepok.id
Wali Kota Depok, Mohammad Idris menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada tahun 2023 mendatang naik menjadi Rp 1,5 Triliun.
“Tahun ini hampir Rp 1,3 Triliun, tahun depan kami targetkan Rp 1,5 Triliun. Jumlah tersebut cukup menantang bagi kami,” ujar Idris usai mengikuti Rapat Paripurna Dalam Rangka Penandatanganan Nota Kesepakatan KUA PPAS APBD Tahun Anggaran 2023, akhir pekan kemarin.
Namun begitu, Idris mengaku optimistis target tersebut akan tercapai. Pasalnya, kata dia, pihaknya telah bekerjasama dengan beberapa stakeholder untuk peningkatan PAD.

“Terutama menggali lagi pajak restoran, mereka semua harus memiliki tipping fee dan kami akan berikan reward jika menggunakan alat itu berupa pengurangan pajak. Itu akan meningkatkan PAD karena pembayaran pajaknya sesuai dengan jumlah pengunjung dan kemudian dibayarkan ke pemkot yang selama ini tidak terkontrol,” paparnya.
Selain pajak restoran, pihaknya juga akan menggenjot investasi untuk meningkatkan PAD.
“BPHTB bukan menjadi masalah, tapi ini sebuah tantangan juga bagi kami, karena BPHTB sudah dikurangi oleh pemerintah pusat. Namun kami optimistis semua akan terealisasi,” katanya.
Dalam kesempatan itu Idris juga mengungkapkan, hingga akhir 2023 mendatang janji kampanye yang akan terealisasi diproyeksikan mencapi 70 persen.
Dalam laporannya Badan Anggaran DPRD Kota Depok menyebutkan, pendapatan daerah pada PPAS APBD tahun anggaran 2023 diajukan sebesar Rp 3 Triliun 404 Miliar 968 Juta 763 ribu 135 rupiah.
“Dengan uraian sebagai berikut yakni rencana penerimaan dari pendapatan asli daerah terdiri dari
pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan milik daerah yang dipisahkan dan lain-lain pendapatan asli daerah yang sah,” ungkap Edi Masturo, Anggota Badan Anggaran DPRD Depok.
Dikatakannya, pada pembahasan Badan Anggaran bersama TAPD disepakati Pendapatan Asli Daerah pada tahun anggaran 2023 diproyeksikan sebesar Rp 1 Triliun 590 Miliar 876 Juta 336 Ribu 535 rupiah. Pendapatan transfer pada tahun anggaran 2023 diproyeksikan sebesar Rp 1 Triliun 814 Miliar 92 Juta 426 Ribu 600 rupiah.
“Rencana penerimaan lain-lain PAD yang sah tahun anggaran 2023 diproyeksikan sebesar Rp 226 Miliar 589 Juta 302 Ribu 361 rupiah,” jelasnya.
Sementara itu, sambungnya, belanja daerah berdasarkan hasil pembahasan PPAS tahun 2023 diproyeksikan sebesar tahun anggaran Rp 3 Triliun 885 Milyar 834 Juta 17 Ribu 969 rupiah.
“Dengan asumsi belanja daerah meliputi belanja operasi pada rancangan PPAS diproyeksikan sebesar R 2 Triliun 863 Milyar 193 Juta 960 Ribu 942 rupiah. Belanja modal pada rancangan PPAS diproyeksikan sebesar Rp 971 Miliar 640 Juta 57 Ribu 27 rupiah dan belanja tidak terduga pada rancangan PPAS sebesar Rp 51 Miliar,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji








