Hadir Bertakziah, Ketum PBNU Mengaku Kehilangan Sosok KH. Syukron Ma’mun

566
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH. Abdul Hakim Mahfudz saat memberikan sambutan di acara takziah malam ketiga sepeninggalan KH. Syukron Ma'mun, Ponpes Daarul Rahman, Jakarta.

Jagakarsa | jurnaldepok.id
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH. Abdul Hakim Mahfudz, Selasa (20/10/2026) malam menghadiri kegiatan takziah malam ke 3 atas wafatnya pengasuh sekaligus pimpinan Pondok Pesantren Daarul Rahman, KH. Syukron Ma’mun.

Dihadapan ribuan jamaah takziah, Gus Kikin sapaan KH. Abdul Hakim Mahfudz memaparkan pengalaman religinya bersama KH. Syukron Ma’mun dalam menjalankan syi’ar Islam.

“Atas nama pribadi dan pengurus pusat PBNU saya mengucapkan turut berduka cita atas wafatnya guru kita Bapak Kiai Haji Syukron Ma’mun, seluruh ulama dan ummat Islam khususnya di Indonesia merasakan kehilangan besar atas wafatnya beliau, semoga beliau mendapat tempat paling baik disisi Allah,” ucap Gus Kikin.

Dia mengaku sudah mengenal sosok KH. Syukron Ma’mun sejak dirinya masih dalam masa belajar dan saat itu dirinya mendapat banyak cerita dari orang tuanya prihal rekam jejak dan kiprah KH. Syukron Ma’mun dalam melaksanakan syi’ar Islam pada masa-masa sulit di era tahun 70 an.

“Dari kisah cerita yang saya dapatkan dari orang tua saya, KH. Syukron Ma’mun merupakan ulama besar yang sangat konsisten menyuarakan kebenaran dalam kondisi apapun,” urai Gus Kikin.

Dia mengaku sangat bersyukur meskipun beda generasi, namun dirinya sempat membersamai KH. Syukron Ma’mun dalam melaksanakan tugas dan kegiatan berdakwah.

“Saya masih terkenang saat beliau hendak mengikuti sebuah acara di Gresik tiga tahun silam, kala itu usia beliau sudah 82 tahun, namun semangatnya sungguh luar biasa, dalam perjalanan menuju Gresik saat itu waktu menunjukkan hampir pukul 24.00 WIB, namun beliau masih terlihat tegar bahkan sempat berujar “saya kalau disuruh bicara saya masih kuat sampai subuh” ungkap Gus Kikin menirukan omongan KH. Syukron Ma’mun.

Dalam paparan tausyiahnya, Gus Kikin berharap kedepan masih ada sosok pengganti KH. Syukron Ma’mun yang menurutnya sangat istiqomah dalam melaksanakan syi’ar Islam.

“Kiprah KH. Syukron Ma’mun dalam melaksanakan syi’ar Islam sangat layak dicontoh dan diteladani, semoga kedepan ada sosok seperti beliau,” ungkapnya.

Sementara KH. Muhammad Faiz atau biasa dipanggil Gus Faiz yang tak lain adalah putra mendiang KH. Syukron Ma’mun menyampaikan ucapan terima kasih kepada masyarakat dan semua pihak terutama para ulama sahabat dari orang tuanya yang telah hadir, mulai dari prosesi pemakaman hingga pelaksanaan tahlilan.

“Atas nama keluarga besar KH. Syukron Ma’mun kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah hadir dan mendoakan ayahanda kami,” tutup Gus Faiz. n Asti Ediawan

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here