
Beji | jurnaldepok.id
Bencana kekeringan di RW 15 Kelurahan Kemirimuka, Kecamatan Beji, meluas. Dimana sebelumnya hanya puluhan warga yang kekurangan pasokan air bersih, namun pada bulan September 2026 bertambah hingga ratusan warga.
Ketua RW 15 Kelurahan Kemirimuka, Kecamatan Beji, Arif Afifulah kepada Jurnal Depok mengatakan, kekeringan di lingkungannya meluas ke pemukiman warga lainnya.
“Awalnya warga kami yang kekeringan hanya berjumlah puluhan, namun bertambah hingga ratusan warga,” katanya, Selasa (22/9/2026).
Dia menambahkan, pasokan air warga melalui mesin pompa tidak bisa keluar dengan baik. Menurutnya, kerusakan jetpump bukan menjadi satu-satunya penyebab.
Kemudian, debit air tanah juga menurun saat musim kemarau membuat mesin tidak mampu mengalirkan air. Faktor ini terjadi karena memang airnya juga nggak ada, jadi mesin kosong.
“Untuk upaya, kami tadi pagi sempat kita ngotak-ngatik jetpump itu. Ya sempat keluar air, tapi nggak nyala lagi, mati lagi,” ujarnya.
Akibatnya warga mengalami kesulitan air bersih untuk digunakan kebutuhan sehari-hari.
“Warga kami sudah mendapatkan pasokan air bersih dari berbagai instansi dengan menurunkan kendaraan truk tangki ke lokasi,” tukasnya.
Sebagai langkah kedepan, dia melakukan upaya jangka panjang, warga sebelumnya telah membuat dua titik sumur resapan untuk membantu meningkatkan cadangan air tana
Arif berharap kekeringan ini berlalu, sehingga warganya mendapatkan pasikan air bersih dengan normal.
Sementara itu salah warga, Taufiqurahman mengaku harus mengalokasikan sekItar Rp70 ribu setiap pekan untuk membeli air galon isi ulang karena sumur di rumahnya tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan keluarga.
“Sebesar Rp70 ribu setiap minggu hanya untuk membeli air galon isi ulang untuk memenuhi kebutuhan mandi, cuci, kakus (MCK), dan memasak,” katanya.
Menurut dia, biaya tambahan tersebut cukup membebani pengeluaran keluarga. Untuk menghemat penggunaan air, keluarganya memilih menumpang mandi di fasilitas umum maupun rumah warga yang masih memiliki pasokan air bersih.
“Untuk memasak kami memakai air galon, sedangkan mandi kami menumpang di fasilitas umum atau ke rumah warga yang sumber airnya masih memadai,” pungkasnya. n Aji Hendro








