Jangan Takut, Sekolah Swasta Bukan Kompetitor Melainkan Mitra Pemerintah

14
Wali Kota Depok, H. Supian Suri foto bersama dengan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Abdul Mu’ti beserta civitas Sekolah Bakti Mulya 400 Depok.

Beji | jurnaldepok.id
Keberadaan sekolah swasta bukan sebagai kompetitor sekolah negeri, melainkan sebagai mitra pemerintah.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Abdul Mu’ti mengatakan itu saat menghadiri peresmian sekolah Bakti Mulya 400 di Kelurahan Kukusan, Kecamatan Beji, Depok. Abdul mengapresiasi sekolah Bakti Mulya 400 Depok yang menghadirkan pendidikan berkualitas sebagai mitra pemerintah.

“Kami berkali-kali menegaskan bahwa eksistensi sekolah swasta itu adalah mitra pemerintah, bukan kompetitor dari sekolah-sekolah negeri,” katanya, Sabtu (23/5/2026).

Karena Undang-undangnya secara tegas menyebutkan bahwa masyarakat berhak berpartisipasi dalam pendidikan. Menurutnya, hadirnya Bakti Mulya 400 ini merupakan wujud nyata bagaimana masyarakat memberikan layanan pendidikan yang berkualitas, bagi masyarakat.

Dia pun memberikan apresiasi tinggi kepada Bakti Mulia yang telah menjadi teladan menyajikan pembelajaran berkualitas tinggi, namun tetap kokoh berpijak pada budaya dan karakter bangsa, serta siap menghadapi tantangan dunia global. Mufti kembali mengingatkan kunci kemajuan Indonesia ada pada kualitas pendidikan.

“Kita butuh generasi unggul dan kuat agar Indonesia bisa berdiri sejajar dengan bangsa lain. Hal itu hanya bisa dicapai melalui pendidikan yang bermutu. Saya sepenuhnya sependapat dengan apa yang disampaikan oleh para pemimpin pendidikan, Gubernur Lemhanas dan Walikota Depok. Mari kita terus bekerja sama demi masa depan pendi dikan Indonesia,” ujarnya.

Sekolah ini memang dibangun untuk melayani kalangan kelas menengah ke atas, bagian dari pemenuhan hak juga masyarakat yang memiliki segmentasi sosial tertentu.

“Tapi kami di pemerintah juga berkomitmen, bahwa memang sekarang ini masih banyak sekolah-sekolah yang harus kita tingkatkan kualitasnya,” ucapnya.

Dia menambahkan, orang tua yang mendaftarkan anaknya di sini memiliki ikhtiar untuk membentuk pribadi anak berkarakter serta berprestasi. Semua itu ada dalam sistem pendidikan dibBakti Mulya 400.

Peresmian ini diharapkan menjadi tonggak baru bagi kemajuan pendidikan di Depok dan menjadi contoh nyata sinergi antara pihak swasta dan pemerintah dalam mewujudkan cita-cita pendidikan Nasional.

Di lokasi sama, Wali Kota Depok, H. Supian Suri menambahkan, keberadaan Sekolah Bakti Mulya 400 Depok yang digagas oleh Yayasan Amanah Cerdas Bangsa menjadi salah satu fasilitas yang dapat menyiapkan anak-anak berprestasi untuk bangsa.

“Mudah-mudahan semua ikhtiar dari Sekolah Bakti Mulya 400 ini dalam mengemban amanah mencerdaskan anak bangsa, bisa terwujud. Sehingga Indonesia Emas 2045 bisa kita gapai bersama,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Supian Suri juga memaparkan terkait program Rintisan Sekolah Swasta Gratis (RSSG) di Kota Depok dan rencana pembangunan Rumah Kreatif Anak Indonesia (RKAI). Dengan harapan, Sekolah Bakti Mulya 400 Depok bisa ikut berkontribusi dan ambil bagian dari program tersebut.

Sementara itu, Ketua Pembina yayasan Amanah Cerdas Bangsa Depok, Badrodin Haiti menyebut, ada tiga poin penting yang menjadi prioritas pendidikan di Sekolah Bakti Mulya 400.

“Pertama itu nasionalis, agamis dan internasional,” katanya.

Baginya, tiga prioritas pendidikan itu merupakan pondasi untuk membentuk karakter ahlak yang mulia. Dia berharap, dengan konsep modern ini nantinya para siswa siap menghadapi tantangan global.

“Tentunya kami berharap, kehadiran sekolah ini menjadi model pendidikan yang berkualitas di Kota Depok,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here