Guru SDIT Miftahul Ulum Cinere Raih Hibah Penelitian Disertasi Kemenristek

196
Mudzakkir Harun Alrasyid salah satu guru terbaik SDIT Miftahul Ulum Cinere berhasil meraih Hibah Penelitian Disertasi Kemenristek tahun 2026.

Laporan: Asti Ediawan
Mudzakkir Harun Alrasyid salah satu guru terbaik SDIT Miftahul Ulum Cinere berhasil meraih Hibah Penelitian Disertasi Kemenristek tahun 2026.

Keberhasilan Mudzakkir meraih Hibah dari Kemenristek tak pelak membuat bangga seluruh civitas akademika SDIT Miftahul Ulum dan Yayasan Miftahul Ulum Addiniyah selaku lembaga yang menaungi SDIT Miftahul Ulum Cinere.

Kepala SDIT Miftahul Ulum Cinere, Dedy Susanto mengatakan keberhasilan Mudzakkir mendapatkan anugerah Hibah Disertasi merupakan bukti nyata komitmen seorang tenaga pendidik dalam upaya mengembangkan dunia pendidikan sehingga layak untuk diapresiasi oleh semua pihak.

“Kami bangga mempunyai tenaga pengajar yang memiliki komitmen yang kuat dalam meningkatkan kapasitas dan integritas guna mengembangkan kualitas belajar mengajar di sekolah, kami berharap raihan Hibah Disertasi yang didapat oleh pak Mudzakkir dapat memberikan kemudahan baginya untuk menyelesaikan studinya guna mendapatkan gelar Doktor,” papar Dedy Susanto.

Saat dikonfirmasi terkait hal ini, Mudzakkir Harun Alrasyid mengaku sangat bersyukur dan menghaturkan terimakasih kepada semua pihak yang telah memberikan support kepada dirinya untuk menyelesaikan proses pendidikan pasca sarjana di Universitas Prof. Dr. Hamka (UHAMKA).

“Alhamdulillah saya sangat bersyukur dan berterimakasih kepada semua pihak yang telah memberikan motivasi kepada saya untuk terus berjuang menyelesaikan proses pendidikan yang sedang saya jalani, saya berharap keberhasilan ini dapat mengharumkan nama sekolah,” imbuhnya.

Mudzakkir Harun Alrasyid merupakan Mahasiswa Sekolah Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA), Program Doktoral Pendidikan Bahasa Indonesia yang saat ini berada di semester 5 dan dijadwalkan akan melaksanakan sidang kelayakan pada akhir Juli 2026, selanjutnya pada semester 6, ia akan menghadapi tahapan penting berupa sidang tertutup pada bulan September serta sidang terbuka (promosi doktor) pada bulan November 2026.

Sedangkan hibah penelitian yang diraih mengangkat judul “Pengembangan Prototipe Modul Ajar Bahasa Indonesia Berbasis Isu Lingkungan Digital untuk Meningkatkan Perilaku Ramah Lingkungan di Kelas VI SD.” Tema tersebut dinilai sangat relevan dengan kebutuhan pendidikan abad ke-21, yang menuntut integrasi antara literasi bahasa, kepedulian lingkungan, dan kecakapan digital.

Penelitian ini diharapkan mampu memberikan kontribusi signifikan bagi pengembangan pembelajaran di Sekolah Dasar (SD).

Hibah penelitian BIMA 2026 dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemenristek) dikenal memiliki proses seleksi yang sangat ketat, objektif, dan profesional dengan standar penilaian yang tinggi sehingga tidak semua proposal dapat lolos, karena harus melalui berbagai tahapan evaluasi yang mendalam, mulai dari substansi penelitian, kebaruan, hingga dampak yang dihasilkan oleh karena itu, keberhasilan ini menjadi indikator kuat atas kualitas akademik dan kapasitas penelitian yang dimiliki.

Yayasan Miftahul Ulum Addiniyah memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas pencapaian tersebut.

Dalam pernyataannya, Pengurus Yayasan Miftahul Ulum Addiniyah, H. Abdullah mengatakan sangat mengapresiasi pencapaian yang telah diraih oleh Mudzakkir Harun Alrasyid seraya berharap pencapaian ini dapat menjadi teladan dan penyemangat bagi seluruh guru untuk terus berupaya meningkatkan skill guna menjawab tantangan kemajuan zaman khususnya di bidang penyelenggaraan pendidikan formal disekolah. n

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here