
Margonda | jurnaldepok.id
Pemerintah Kota (Pemkot) Depok segera mengatasi kemacetan lalu lintas seperti di Jalan Margonda, Raya Sawangan, Raya Citayam dan ruas jalan lainnya.
Wali Kota Depok, H. Supian Suri mengatakan Pekerjaan Rumah atau PR adalah mengurai kemacetan salah satunya adalah kemacetan Jalan Raya Sawangan tinggal melaksanakan pembangunan fisiknya di 2026 ini.
“Apakah itu akan menjawab atau menyelesaikan masalah secara langsung belum tentu ini baru bagian dari langkah awal ikhtiar kita untuk mengurai kemacetan Jalan Raya Sawangan,” katanya saat menghadiri di kegiatan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), Senin (19/1/2026).
Pemkot Depok memiliki tekad minimal Margonda sudah memiliki flyover datang menuju Utara atau dari Margonda menuju ke arah Jakarta ini tidak lagi terhalang atau terlambat adanya lampu merah di Juanda
Salah satu hal yang juga menjadi PR adalah ingin punya akses masuk ke UI dari arah selatan yaitu masuk ke rumah sakit Universitas Indonesia.
“Dan konsekuensi yang paling harus kita lakukan adalah Bypass di arah menuju Rumah Sakit UI masih juga dalam rangka menjawab permasalahan masalah kemacetan,” ujarnya.
Salah satu jalan utama yang hari ini belum memiliki flyover atau underpass yang melintasi wilayah Depok adalah Jalan Raya Citayam.
Dia menambahkan empat titik yang memang menjadi penyebab utama kemacetan ini udah kita coba selesaikan melalui program yang ingin dilaksanakan.
Kepala Badan Perencanaan Pengembangan Riset Inovasi Daerah, Dadang Wihana menjelaskan, kondisi Jalan Margonda berada pada Level of Service (LoS) Grade E, yang menunjukkan tingkat kemacetan berat terutama pada akhir pekan.
Peningkatan kapasitas melalui pembangunan flyover dinilai sebagai langkah paling relevan untuk mengurai beban lalu lintas, khususnya di Simpang Juanda.
“Margonda itu sudah Grade E, hampir stuck. Salah satu alternatif untuk mereduksi kemacetan adalah pembangunan flyover,” katanya.
Kajian teknis dilakukan Dinas Perhubungan bersama konsultan dan lembaga terkait.
Dari kajian tersebut muncul rekomendasi pembangunan flyover sisi utara–selatan yang dilengkapi satu kaki menuju Jalan Juanda.
“Dari kajian itu muncullah opsi flyover utara–selatan dan satu kaki ke Jalan Juanda. Itu dirancang untuk mengurangi kepadatan di simpang tersebut,” pungkasnya. n Aji Hendro








