Finalis Entong dan Neng Dikenalkan Batik Sejati Tradjumas

49
Para finalis Entong dan Eneng saat berkunjung ke pusat Batik Sejati Tradjumas.

Margonda | jurnaldepok.id
Sebanyak 14 finalis Entong dan Neng Kota Depok diperkenalkan mengenai batik. Mereka mengikuti workshop mengenai Batik Sejati Tradjumas Kelurahan Pengasinan Kecamatan Sawangan.

Sesi awal, para finalis diberi penjelqsan mengenai sejarah dan filosofi Batik Tradjumas. Mulai dari asal usul, makna hingga prosss pembuatan batik.

Selain itu, medeka juga belajar bahwa batik bukan sekadar kain bermotif. Namun, batik merupakan karya seni yang menyimpan nilai-nilai budaya, simbolisme, dan identitas bangsa.

Ketua Yayasan Clarinta Elata Internasional, Vinny Gemilia Wahyu mengatakan, menganalkan batik kepada anak merupakan warisan budaya Bangsa harus dicintai dan dihargai.

“Upaya menjaga budaya bangsa tak berhenti sampai di sini,” katanya, Selasa (9/12/2025).

Vinny menuturkan, yang menjadi hal berat adalah bagaimana mengenalkan kepada anak-anak, menumbuhkan rasa memiliki dan bangga memiliki batik.

“Harapannya, dengan pengenalan batik sejak usia dini, anak-anak dan masyarakat memiliki kebanggan tersendiri terhadap kecintaan batik, tidak hanya bangga memiliki melainkan juga bangga memakai, menggunakan, dan memahami proses membatik itu sendiri, serta nilai-nilai filosofi yang terkandung didalam motif batik tersebut,” ujarnya.

Workshop batik ini memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi ke 14 finalis Entong dan Neng.

Melalui kegiatan ini, mereka tidak hanya belajar tentang teknik membatik, tetapi juga mendapatkan pemahaman mendalam tentang pentingnya melestarikan warisan budaya.

“Dengan mencintai batik, siswa diajak untuk menghargai akar budaya mereka sendiri, dan untuk menjadi generasi yang bangga akan identitas bangsanya,” ungkapnya.

Kegiatan ini juga menanamkan nilai-nilai penting seperti cinta tanah air, rasa hormat terhadap warisan budaya, dan pentingnya menjaga tradisi agar tetap hidup di tengah arus modernisasi.

“Mereka pulang dengan tidak hanya membawa hasil karya batik mereka sendiri, tetapi juga dengan semangat dan kebanggaan yang baru terhadap budaya Indonesia,” tukasnya.

Di lokasi sama, Suharno, pemilik Batik Tradjumas merasa bangga adanya anak-anak yang mau belajar batik Depok.

Dia menambahkan, Batik Tradjumas telah memperkenalkan berbagai motif batik unik, yang mewakili Depok, termasuk motif Gong si Bolong, Kujang, Ikan Hias, Tugu Batu, Belimbing (dalam tiga variasi), Topeng Cisalak, Jembatan, Pancadarma, serta motif Ikan Menfish atau Ikan Neon, yang kini sudah dikenal di tingkat nasional.

“Potensi batik Depok sangat besar, dan kami percaya bahwa ke depannya, batik khas daerah ini akan semakin dikenal oleh masyarakat luas,” katanya.

Batik Tradjumas menawarkan beragam produk, mulai dari kain batik, pakaian jadi, ikat kepala, hingga aksesoris.

Dengan potensi yang melimpah, Suharno yakin bahwa batik Depok akan terus berkembang, dan mampu bersaing dengan batik dari daerah lain. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here