
Cinere | jurnaldepok.id
Camat Cinere, H. Mursalim akan mengajukan permohonan audensi kepada warga Komplek TNI Angkatan Laut (AL) guna meminta penjelasan terkait pembangunan gapura di depan gerbang Jalan Raya Punak RW 04, Kelurahan Pangkalan Jati, Kecamatan Cinere.
Pasalnya, banyak warga yang mempertanyakan dampak dari pembangunan gapura terhadap aktivitas lalu lintas dari dan menuju kawasan Pasar Pondok Labu yang notabene juga merupakan akses utama menuju kawasan Fatmawati.
“Banyak yang bertanya kepada kami terkait pembangunan Gapura depan Jalan Punak itu tapi kami belum tahu secara detail terkait pembangunan gapura berikut kebijakan pihak AL jika nanti gapura tersebut sudah selesai dibangun,” papar H. Mursalim.

Untuk memastikan terkait maksud dan tujuan dibangunnya gapura di Jalan Raya Lunak, Mursalim mengatakan akan berupaya menemui pihak Komplek AL.
“Hari ini saya berencana akan menemui kontraktor pembangunan gapura untuk meminta tolong dihubungkan dengan pihak AL agar kami bisa beraudensi guna membahas masalah pembangunan gapura tersebut,” ungkap Mursalim.
Sejauh ini, lanjutnya, masih banyak masyarakat mengira pembangunan gapura di Jalan Punak tersebut merupakan proyek pemerintah, sehingga warga kerap melayangkan pertanyaan kepada aparatur pemerintah.
“Ya, wajar jika banyak yang bertanya kepada kami karena banyak yang mengira itu proyek pemerintah,” imbuhnya.
Sementara Lurah Pangkalan Jati, Kecamatan Cinere, Danudi Amin mengaku telah menerima surat pemberitahuan dari pihak Komplek TNI AL terkait pembangunan gapura di gerbang jalan menuju kawasan Pondok Labu dan wilayah Pangkalan Jati.
“Kami sudah menerima surat pemberitahuan dari pihak Komplek AL, tapi terkait masalah lain dari pembangunan gapura serta kebijakan selanjutnya, kami belum tahu. Termasuk lahan fasos fasum yang dibangunan akses jalan yang melintas di Komplek TNI AL itu sudah diserahkan ke Pemkot atau belum, nanti akan kami cek dulu,” tutur Danudi.
Mantan Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Pangkalan Jati, Kecamatan Cinere, Edi Martono juga mengaku tidak tahu persis apakah fasos fasum Komplek AL sudah diserahkan atau belum ke pemerintah.
“Ya, saya enggak tahu persis fasos fasum perumahan itu sudah diserahkan ke pemerintah atau belum, tapi seingat saya pada tahun 2014 saat saya masih menjabat Ketua LPM, pernah ada pembangunan perawatan akses jalan di perumahan itu yang pembiayaannya dari Pemerintah Kota (Pemkot) Depok, untuk pembangunan Jalan Punak memang waktu itu ditolak oleh salah serang warga sehingga tidak jadi dilaksanakan,” urai Edi.
Disisi lain, Jony salah satu pengguna jalan yang biasa melintas diruas Jalan Punak berharap pembangunan gapura tidak akan membatasi penggunaan jalan bagi masyarakat umum.
Sebab, kata dia, ruas Jalan Punak merupakan akses jalan paling strategis untuk menuju kawasan Pasar Pondok Labu atau Rumah Sakit Fatmawati.
“Saya merupakan pedagang di pasar Pondok Labu yang setiap malam lewat di jalan Punak yang sekarang lagi dibangunan, saya berharap bangunan Gapura tidak akan merubah fungsi jalan tersebut untuk umum, sebab kalau ditutup untuk umum maka kami akan sangat jauh memutar ke arah Karang Tengah dahulu kemudian baru balik arah ke Pasar Pondok Labu,” katanya.
Kekhawatiran para pengguna jalan akan adanya kebijakan pembatasan penggunaan ruas jalan Punak cukup beralasan mengingat selama puluhan tahun ruas jalan tersebut di optimalkan oleh masyarakat pengguna jalan sebagai jalan umum dari dan menuju kawasan Pondok Labu dan Fatmawati. n Asti Ediawan








