
Margonda | jurnaldepok.id
Pemerintah Kota (Pemkot) Depok siap siaga menghadapi bencana. Salah satu upaya jangka panjang penanganan bencana adalah dengan membentuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Wali Kota Depok, Supian Suri menargetkan BPBD bisa terbentuk tahun 2027. Untuk saat ini, penanganan bencana di wilayah Depok masih berada pada wewenang Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan.
“Mudah-mudahan di 2027 ya, kita sudah bisa secara strukturnya sudah bisa terwujud,” katanya, Selasa (4/11/2025).

Dalam menghadapi musim penghujan, pihaknya sudah melakukan sejumlah antisipasi. Misalnya satuan tugas (satgas) yang siaga selama 24 jam.
“Satgas kita juga siap-siaga, upaya kita juga armada dan yang lainnya siap-siaga terus. Kalau ditanya siap-siagaan bukan hanya pada kondisi-kondisi ini, kita selalu bersiap-siaga dengan kondisi-kondisi bencana,” ujarnya.
Sementara itu, Polres Metro Depok menyiapkan pasukan siaga bencana alam. Pasukan dari Polres Metro Depok ini disiapkan untuk turun membantu masyarakat dan menanggulangi daerah yang terdampak bencana alam.
Kasi Humas Polres Metro Depok AKP Made Budi mengatakan, Polres metro Depok menyiapkan satuan penanggulangan bencana.
“Dimana nantinya akan diterjunkan dalam penanganan bencana yang ada di Kota Depok. “Untuk jumlah personelnya ada 106 orang,” katanya.
Dia menambahkan, selain personel, pengecekan peralatan penanggulangan bencana alam juga dilakukan. Pengecekan personil dan peralatan dilakukan langsung oleh Kapolres Metro Depok Kombes Pol Abdul Waras.
“Pengecekan mulai dari perahu karet, Chainsaw, Life jacket, pelampung, Kano dan perlengkapan keselamatan lainya,” ujarnya.
Sementara itu Kapolres Metro Depok Kombes Pol Abdul Waras mengatakan, sejumlah peralatan pendukung tanggap bencana sudah dilakukan pengecekan secara menyeluruh.
Dari hasil pengecekan, seluruh peralatan dinyatakan dalam kondisi baik dan siap digunakan untuk mendukung upaya penyelamatan apabila terjadi bencana banjir. Dia berharap seluruh jajaran Polres Metro Depok semakin siap dan sigap dalam menghadapi setiap potensi bencana, demi terwujudnya Depok yang aman dan tangguh terhadap bencana.
“Peralatan sudah siap, namun yang paling penting adalah kesiapan dan keterampilan anggota di lapangan. Untuk itu, latihan harus terus dilakukan agar saat dibutuhkan, kami bisa bertindak cepat, tepat, dan aman,” katanya. n Aji Hendro








