Lestarikan Budaya Bangsa, Lomba Pasanggiri dan Jaipongan Berlangsung Meriah

48
Asisten Pemkot Depok, Nina Suzana saat memberikan hadiah kepada peserta menari.

Beji | jurnaldepok.id
Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporyata) Kota Depok bekerjasama denganClarinta Elata Internasional serta komunitas Jugala Jaipongan menggelar Lomba Tari Pasanggiri Jaipongan Khas Jawa Barat di Depok Town Square, Jalan Margonda, Kecamatan Beji, Depok.

Kegiatan ini menjadi ajang untuk melestarikan dan memperkenalkan seni tari tradisional di kalangan generasi muda. Peserta berasal dari berbagai tingkatan pendidikan mulai dari SD, SMP, hingga SMA/sederajat.

Acara berlangsung meriah dengan antusiasme tinggi dari peserta maupun penonton. Setiap kelompok peserta menampilkan gerakan khas Jaipongan yang energik, dinamis, dan penuh ekspresi. Musik gamelan Sunda yang mengiringi tarian menambah semarak suasana, menghadirkan nuansa budaya yang kental di tengah pusat perbelanjaan modern.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat dan tokoh kebudayaan. Diantaranya Asisten Administrasi Umum (Adum) Sekretariat Daerah Kota Depok Mpok Nina Suzana, Kepala Seksi Kebudayaan Disporyata Kota Depok Hafiza Aryaputri, Jugala Jaipongan Aa Suryadi, Ketua Yayasan Clarinta Elata Internasional Vinny Gemilia Wahyu, serta Ketua Panitia Pelaksana Oktavianni Putri Handayani.

Dalam sambutannya, Mpok Nina Suzana menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap terselenggaranya lomba ini. Menurutnya, kegiatan seperti ini sangat penting dalam upaya pelestarian budaya daerah dan penguatan karakter generasi muda.

“Pemerintah Kota Depok saat ini sedang giat-giatnya mengembangkan berbagai seni budaya, tidak hanya budaya Depok, tetapi juga kebudayaan nusantara lainnya. Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin mendorong anak-anak muda agar lebih mencintai dan bangga terhadap budaya bangsa,” katanya, kemarin.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Oktavianni Putri Handayani mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Depok dan Disporyata yang telah memberikan dukungan dan fasilitas untuk terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Kami berterima kasih kepada Pemkot Depok dan Disporyata yang telah mensupport serta membantu kelancaran acara ini. Harapannya, kegiatan seperti ini dapat menjadi agenda rutin tahunan dan terus berkembang lebih besar lagi,” jelasnya.

Ketua Yayasan Clarinta Elata Internasional, Vinny Gemilia Wahyu menambahkan, bahwa pihaknya berkomitmen untuk terus berperan aktif dalam melestarikan budaya lokal melalui kegiatan seni dan pendidikan.

Menurutnya, Jaipongan bukan sekadar tarian, tetapi juga simbol semangat, keceriaan, dan identitas masyarakat Sunda.
“Melalui lomba ini kami ingin menunjukkan bahwa budaya tradisional dapat tampil modern dan menarik, tanpa kehilangan nilai-nilai aslinya. Kami ingin anak-anak dan remaja mengenal budaya sendiri sebelum mengenal budaya luar,” katanya.

Lomba Tari Pasanggiri Jaipongan kali ini juga menjadi ajang silaturahmi antar-sekolah dan komunitas seni di Kota Depok dan sekitarnya. Para peserta tidak hanya berkompetisi, tetapi juga saling belajar dan berbagi pengalaman dalam mengembangkan kreativitas di bidang seni tari.

Kepala Seksi Kebudayaan Disporyata Kota Depok, Hafiza Aryaputri berharap kegiatan semacam ini dapat terus berlanjut dan menjadi bagian dari agenda kebudayaan tahunan.

“Selain melestarikan warisan budaya Jawa Barat, kegiatan ini juga diharapkan mampu menumbuhkan rasa cinta terhadap seni tradisional di kalangan generasi muda, serta memperkuat identitas budaya di tengah arus modernisasi,” ungkapnya.

Dengan antusiasme peserta dan dukungan berbagai pihak, Lomba Tari Pasanggiri Jaipongan di Depok Town Square menjadi bukti nyata bahwa semangat melestarikan budaya lokal masih hidup di tengah masyarakat urban. Seni tradisional seperti Jaipongan tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang sebagai sumber inspirasi dan kebanggaan bagi warga Kota Depok. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here