
Margonda | jurnaldepok.id
Duta Besar Republik Indonesia untuk Brunei Darussalam, Prof. Dr. Ahmad Ubaedillah yang merupakan alumni Pondok Pesantren Daarul Rahman angkatan 10 menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh keluarga besar Pondok Pesantren Pimpinan KH. Syukron Ma’mun yang pada tanggal 25 Oktober 2025 tepat berusia 50 tahun.
Dalam pernyataannya, Ubaedillah mengulas sekelumit pengalamannya saat menimba ilmu pengetahuan agama di Pondok Pesantren Daarul Rahman pada era tahun 1980an.
Dimana, saat itu dirinya bersama para santri lainnya kerap mendapatkan motivasi dan bimbingan yang disampaikan secara langsung oleh KH. Syukron Ma’mun selaku Pimpinan Ponpes Daarul Rahman.

“Saya memiliki kesan yang sangat mendalam saat menimba ilmu agama di Pondok Pesantren Daarul Rahman pada tahun 80an, saat itu kami para santri di Ponpes Daarul Rahman yang terletak di kawasan Ibu Kota sering mendapat bimbingan secara langsung dari kiai kami, banyak pesan penting dan berharga yang disampaikan oleh kiai kami dan masih terngiang di telinga hingga saat ini dan sampai kapanpun tak akan pernah bisa terlupakan,” papar Ubaedillah.
Dikatakannya, KH. Syukron Ma’mun selalu menekankan kepada para santri untuk senantiasa giat belajar, mencintai ilmu, menerapkan hidup sederhana, membiasakan diri untuk menghargai orang lain dan bukan minta dihargai.
“Karena kata kiai kami, orang yang minta dihargai berarti dirinya tidak berharga. Pesan-pesan itu selalu terngiang di telinga, tak akan pernah bisa saya lupakan dan telah menjadi motivator bagi saya untuk terus berkreasi, berinovasi dalam koridor ajaran agama Islam, selamat Milad ke – 50 Pondokku,” ucapnya.
Ubaedillah hanya merupakan salah satu alumni Pondok Pesantren Daarul Rahman di antara ribuan sosok cendikiawan lain yang sukses mengaplikasikan bimbingan para pengasuh Pondok Pesantren Daarul Rahman untuk mengisi kehidupan dengan kegiatan positif dan bermanfaat bagi ummat.
Sehingga, tidak mengherankan jika hingga usianya yang ke 50 tahun, Pondok Pesantren Daarul Rahman masih menjadi pilihan favorit bagi masyarakat dari berbagai penjuru wilayah di tanah air untuk menitipkan putra putrinya dalam menuntut ilmu pengetahuan yang berlandaskan pada nilai- nilai Islami sebagai bekal menjalani kehidupan dimasa mendatang.
Salah satu warga Kota Depok yang juga merupakan wali santri Pondok Pesantren Daarul Rahman Jakarta, Syaiful Anwar mengaku sangat bersyukur bisa memasukkan dua orang anaknya di Pondok Pesantren Daarul Rahman.
Menurutnya Daarul Rahman merupakan lembaga pendidikan paling aman, agar sang anak terhindar dari pengaruh pergaulan kurang baik serta peradaban ala barat yang tidak sesuai dengan norma agama Islam dan adat ketimuran.
“Alhamdulillah dua orang anak saya bisa menjadi santri dan santriwati di Pondok Pesantren Daarul Rahman di Jagakarsa, Jakarta Selatan. Saya sangat bersyukur melihat perkembangan kepribadian dan ilmu agama yang didapat oleh kedua anak saya dari proses, ini pembelajaran yang sangat baik di Ponpes Darul Rahman. Selamat Milad Emas untuk semua kelurga besar Pondok Pesantren Daarul Rahman semoga tatap menjadi yang terdepan dalam mencetak generasi penerus yang cerdas dan berakhlak mulia,” ungkap Syaiful. n Asti Ediawan








