Tampilkan 1.117 Penari, Sanggar Ayodya Pala Siap Sabet Rekor Dunia

126
Penari Ayodya Pala saat melakukan gladi bersih.

Laporan: Aji Hendro
Di usia ke-45 Sanggar Ayodya Pala bersiap mengguncang Dunia dengan menampilkan 1.117 penari dari 45 cabang Sanggar Ayodya Pala. Ribuan penari akan berekpresi di Lapangan Depok Open Space (DOS) pada Sabtu (25/10). Rencananya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Wali Kota Depok Supian Suri akan menyaksikan penampilan ribuan penari tersebut.

Pimpinan Sanggar Tari Ayodya Pala, Budi Agustinah kepada wartawan mengatakan, Sanggar Tari Ayodya Pala siap memecahkan rekor Dunia Museum Rekor Indonesia (MURI).

Penampilan spektakuler ini tidak hanya berhasil mencatatkan rekor nasional, tetapi juga diakui sebagai rekor dunia oleh MURI. Pertunjukan kolosal bertema Nusantara belum pernah ada dan baru pertama kali dengan jumlah penari terbanyak. Pertunjukan tari kolosal Sanggar Ayodya Pala dipusatkan di Kota Depok, karena Ayodya Pala Lahir di Depok 45 tahun yang lalu.

“Alhamdulillah, hari ini pertemuan kedua kita latihan, untuk memantapkan dan keserasian anak-anak, tarian kolosal menjadikan sejarah sanggar Ayodya Pala,” katanya, Rabu (22/10/2025).

Dia menambahkan Rekor Dunia Muri ini, dipersembahkan untuk Pemkot Depok dan juga untuk seluruh warga. Dengan filosofi tari Nusantara ini, pasti karakter anak-anak pasti akan terbentuk.

“Saya harap filosofi karakter tari itu tertanam terus di jiwa mereka dari Sanggar Ayodya Pala terwujud. Saya ucapkan terima kasih banyak kepada semuanya, sehingga tetap mempertahan budaya,” ujarnya.

Ditempat yang sama Ketua panitia kegiatan, Heri Suprianto mengaku optimis pemecahan Rekor Dunia MURI itu bakal masuk kategori penari terbanyak dari satu sanggar. Menurut Heri Suprianto, sanggar tari tersebut optimis memecahkan Rekor MURI tersebut, mengingat mereka telah berdiri selama 45 tahun dan memiliki total 45 sanggar tari.

“Kami siapkan peserta penari terbanyak dari Jabodetabek yang berasal dari sanggar Ayodya Pala. Jadi kami akan pecahkan rekor MURI penari dari satu sanggar,” katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua Ayodya Pala Art Center, Denta Mandra Pradipta Budiastomo mengatakan, tema ‘Tari Nusantara’ yang dipilih dalam pemecahan Rekor MURI itu menjelaskan filosofi yang diangkat yakni Depok sebagai kota majemuk, di mana jumlah setengah penduduknya berasal dari berbagai suku di Indonesia.

“Bersama Depok Maju, karena Kota Depok merupakan kota pemukiman jadi nanti semua itu disempurnakan dengan Tari Bhineka,” katanya.

Di samping itu, Denta menerangkan, ribuan penari dari Sanggar Ayodya Pala itu akan mempersembahkan tarian dari 10 daerah di Indonesia, lengkap dengan pakaian adat dan ornamen pendukungnya, menjanjikan sebuah parade budaya yang memukau. Kegiatan ini tak hanya menunjukkan dedikasi Ayodya Pala dalam melestarikan seni dan budaya tradisional, tetapi juga menjadi perayaan keberagaman Indonesia di panggung Kota Depok.

“Kami persembahkan dari Depok untuk Indonesia,” katanya.

Wali Kota Depok, H. Supian Suri menyebut kegiatan ini merupakan langkah nyata Pemkot Depok dalam memperkuat sektor budaya dan seni, serta menjadi ajang pemecahan rekor dunia MURI. Menurutnya, kegiatan ini bukan hanya soal rekor, tetapi juga bentuk kebanggaan warga Depok terhadap potensi seni yang tumbuh di kota tersebut.

“Ini merupakan wujud upaya kita, Depok untuk semua, salah satunya untuk budaya dan seni tari. Dalam kegiatan ini, melalui sanggar Ayodya Pala, akan hadir 1.117 penari dalam satu kesempatan,” pungkasnya. n

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here