Kementrian Lingkungan Hidup dan Pemkot Depok Perangi Sampah Plastik

65
Menteri Lingkungan Hidup dan Wakil Wali Kota Depok saat membersihkan Sungai Cipinang.

Laporan: Aji Hendro
Kementrian Lingkungan Hidup (KLH) dan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok bersama-sama mengurangi pencemaran sungai. Pasalnya, pencemaran sungai berkontribusi besar terhadap sampah plastik di Sungai dan Laut.

Menteri Lingkungan Hidup (LH), Hanif Faisol Nurofiq, mengapresiasi dukungan penuh Pemkot Depok dalam kegiatan bersih-bersih Sungai Cipinang di RW 20 Kelurahan Sukatani Kecamatan Tapos.

Dia menambahkan, aksi bersih di Sungai Cipinang menjadi bagian dari upaya bersama pemerintah pusat dan daerah untuk mengurangi pencemaran sungai yang berkontribusi besar terhadap sampah laut.

“Kegiatan semacam ini diharapkan dapat dilakukan secara berkelanjutan,” katanya.

Hanif menyebut Sungai Cipinang sebagai salah satu contoh kolaborasi lintas daerah. Karena alirannya melintasi wilayah Depok hingga Jakarta.

“Ini merupakan kegiatan yang kita harapkan bisa kontinu dilaksanakan. Paling tidak untuk ruas Sungai Cipinang ini kita telah mulai dengan seluruh komponen yang ada, dari Depok sampai ke Jakarta,” ujarnya.

Menurut Hanif, setiap aksi bersih-bersih sungai selalu memberikan temuan baru yang bisa dijadikan dasar untuk mempercepat penanganan sampah.

Terutama yang menjadi sumber utama pencemaran laut. Indonesia sendiri, kata dia, masih menjadi negara kedua di dunia penyumbang sampah plastik ke laut.

“Pada setiap kegiatan, kita pasti menemukan titik-titik baru untuk mempercepat penyelesaian masalah pembuangan sampah. Sungai-sungai seperti ini berkontribusi besar terhadap sampah plastik laut,” tambahnya.

Hanif menuturkan, pemerintah terus melakukan berbagai pendekatan mulai dari edukatif, persuasif, hingga represif bila diperlukan. Dia menekankan pentingnya membangun kesadaran kolektif agar masyarakat menjadikan sungai sebagai bagian dari peradaban dan budaya bersih.

“Kita harus mampu menumbuhkan kembali pengolahan sungai ini menjadi bagian dari peradaban kita. Karena itu, langkah-langkahnya tidak cukup hanya diucapkan, tapi perlu contoh nyata, termasuk dari para pejabat,” tegasnya.

Terkait target pengurangan sampah, Hanif menjelaskan bahwa saat ini pemerintah masih fokus pada penanganan sampah domestik sebelum beralih ke persoalan limbah industri.

Ia menyebut dalam satu bulan ke depan, diharapkan volume sampah di Sungai Cipinang bisa berkurang secara signifikan.

“Kita tangani dulu sampahnya secara serius. Pemerintah daerah menyiapkan lahan dan dukungan masyarakatnya, supaya sebulan ini bisa berkurang drastis. Syukur-syukur bisa bersih,” ucapnya.

Hanif juga menilai pentingnya peran masyarakat dan pemerintah daerah, termasuk dukungan dari Wakil Wali Kota Depok yang turut hadir dan terlibat aktif dalam kegiatan tersebut.

Dia berharap semangat kolaborasi ini dapat terus dijaga agar penanganan sungai di Depok bisa menjadi contoh bagi daerah lain.

“Edukasi ke masyarakat tidak boleh berhenti. Konsisten terus dilakukan, Insya Allah akan mampu mengubah budaya kita. Harapan kita Depok bisa menyelesaikan yang di segmen satu ini,” tukasnya.

Ditempat yang sama,Wakil Wali Kota Depok Candra Rahmansyah mengungkapkan, masalah banjir salah satunya karena tersumbatnya aliran Sungai.

“Maka itu tentu sungai-sungai di Depok harus kita benahi, bersihkan dan Normalisasi,Kita akan fokus masalah ini,” pungkasnya. n

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here