Derita Jantung Bocor, Mazhab Minta Pemerintah Cari Solusi untuk Kesembuhan Arhan

942
Anggota DPRD Depok, Mazhab HM (baju koko) saat menjenguk Arhan.

Pancoran Mas | jurnaldepok.id
Ketua DPC – PPP sekaligus anggota DPRD Kota Depok daerah pemilihan Kecamatan Pancoran Mas, Mazhab HM mengaku sangat mengapresiasi sikap responsif Dinas Sosial (Dinsos) Kota Depok dalam menyikapi upaya penyembuhan Muhammad Arhan Muzakki (15) warga jalan RD Sukarma RT 03/03, Kelurahan Rangkapan Jaya Baru (RJB), Kecamatan Pancoran Mas, yang di vonis mengalami sakit jantung bocor dan harus segera dioperasi namun terkendala masalah biaya.

“Kami mengapresiasi langkah cepat jajaran Dinas Sosial (Dinsos) Kota Depok merespon keluhan warga kurang mampu yang mengalami kendala masalah pembiayaan pengobatan, kami berharap kepada Pemerintah agar bisa mencarikan solusi untuk penyembuhan Arhan sehingga kesehatan anada Arhan dapat kembali pulih dan dia bisa bersekolah lagi ,” ujar politisi senior partai berlambang Ka’bah usai menjenguk kondisi Arhan di rumahnya, kemarin.

Sehubungan orang tua Arhan termasuk kategori warga kurang mampu Mazhab mengimbau kepada masyarakat yang ingin membantu biaya pengobatan Arhan agar dapat langsung menyampaikannya kepada pihak keluarga Arhan yang tinggal di Jalan RD. Sukarma RT 03/03, Kelurahan Rangkapan Jaya Baru (RJB), Kecamatan Pancoran Mas.

“Ananda Arhan masih berusia remaja dan sedang menimba ilmu untuk menatap masa depan yang lebih cerah demi mengangkat harkat dan martabat keluarga, dia juga merupakan aset bangsa sehingga layak untuk kita perhatikan oleh sebab itu kami mengimbau bagi masyarakat yang ingin membantu silahkan datang ke rumah Arhan sambil melihat melihat secara langsung kondisi Arhan,” imbuhnya.

Saat dikonfirmasi Jurnal Depok terkait peluang intervensi Pemerintah dalam menanggulangi biaya pengobatan Arhan, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Depok, dr. Devi Maryori mengatakan pihaknya terlebih dahulu akan melakukan asesmen berkaitan dengan status sosial keluarga Arhan sebab lanjutnya di Dinas Sosial tidak ada slot untuk pembiayaan warga yang membutuhkan bantuan biaya pengobatan, namun meski demikian sehubungan keluarga Arhan termasuk kategori keluarga kurang mampu, pihaknya akan mencoba mengkoordinasikan hal ini kepada sejumlah OPD terkait guna mencari solusi penyembuhan Arhan.

“Ya, di Dinas Sosial tidak ada slot bantuan biaya berobat untuk warga tapi sehubungan Arhan dikabarkan berasal dari keluarga kurang mampu, kami sedang mengumpulkan data untuk mengkaji status sosial keluarga Arhan dan berkoordinasi dengan sejumlah OPD terkait terutama Dinas Kesehatan untuk menentukan langkah dan kebijakan selanjutnya,” katanya.

Sebagaimana telah diberitakan sebelumnya, Muhammad Arhan Muzakki (15) putra sulung pasangan Setya Ma’arif dan Siti Sobihat di vonis menderita bocor jantung dan untuk menuntaskan pengobatannya, Arhan harus menjalani operasi guna menutup tiga lubang kebocoran pada organ jantung sementara orang tua Arhan tidak mampu mengupayakan dana sebesar Rp 140 jutaan untuk biaya operasi dua lubang kebocoran organ jantung karena fasilitas Kartu Indonesia Sehat (KIS) atas nama Arhan hanya bisa mencover pembiayaan satu lubang kebocoran jantung. n Asti Ediawan

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here