
Tapos | jurnaldepok.id
Menteri Lingkungan Hidup (LH), Hanif Faisol Nurofiq mengapresiasi Pemerintah Kota (Pemkot) Depok yang dinilai aktif mendorong partisipasi masyarakat dalam Menjaga lingkungan. Hanif menekankan pentingnya peran Kota Depok dalam Menjaga kelestarian sungai dan lingkungan perkotaan.
Dia juga menyoroti kondisi Sungai Ciliwung dan Cipinang yang sebagian hulunya berada di wilayah Depok. Kedua sungai ini masuk kategori tercemar berat, sehingga memerlukan langkah serius untuk mengembalikan fungsinya sebagai penyangga kehidupan warga Jabodetabek.
“Depok ini punya peran kunci. Ada tujuh kelurahan yang dilalui Sungai Cipinang, dan di sinilah kita bias memulai gerakan Bersama. Saya ingin komunitas penggiat lingkungan di Depok dibentuk dan difasilitasi oleh pemerintah kota,” Katanya saat melakukan dialog dengan warga sekaligus peninjauan Situ Jatijajar, Kecamatan Tapos, Jumat (3/10/2025)

Menurutnya, upaya tersebut bukan sekedar Menjaga sungai, tetapi juga melindungi warga dari risiko Banjir, pencemaran, hingga Penyakit akibat sampah. Hanif menekankan, penyelesaian persoalan sampah dan sungai harus dimulai dari hulu, termasuk Melalui edukasi warga, penguatan komunitas, hingga sistem pengelolaan sampah rumah tangga yang lebih baik.
Hanif juga memberikan apresiasi kepada Pemkot Depok yang dinilai aktif mendorong partisipasi masyarakat dalam Menjaga lingkungan. Mulai dari Komunitas Patroli Sungai hingga Kelompok sadar wisata di Setu Jatijajar.
Di Lokasi sama, Wali Kota Depok, Supian Suri, menyampaikan apresiasi tinggi kepada Presiden dan Menteri Lingkungan Hidup atas dukungan mereka dalam penyelesaian permasalahan sampah di Kota Depok.
“Yang pertama, saya ucapkan terima kasih kepada Pak Menteri atas kehadirannya di Kota Depok. Yang kedua, terima kasih atas dukungan yang diberikan Presiden dan Pak Menteri dalam upaya penyelesaian sampah di Indonesia, khususnya di Kota Depok,” Katanya.
Supian menekankan, kebijakan Presiden yang menugaskan Menteri Lingkungan Hidup menangani persoalan sampah secara nasional memberikan Semangat baru bagi Pemkot Depok.
Dia menambahkan, masalah sampah bukan hanya Tantangan Depok, tetapi juga dihadapi oleh berbagai kota dan kabupaten lain di Indonesia. Depok telah masuk dalam 33 kota yang menjadi proyek strategis nasional (PSN) untuk mengubah sampah menjadi energi listrik.
“Kota ini telah memenuhi sejumlah persyaratan, antara lain produksi sampah minimal 1.000 ton per hari, memiliki peraturan daerah terkait retribusi sampah, armada pengangkut sampah, serta lahan seluas lima hectare untuk pengelolaan sampah menjadi energi listrik,” Katanya. n Aji Hendro








