
Limo | jurnaldepok.id
Sejumlah warga dan pengguna jalan mengaku sangat kesal saat melihat saluran air (Drainase) di sejajar ruas jalan raya Meruyung ditimbun dengan tanah dan puing sisa pembongkaran bangunan oleh pihak pihak yang tidak bertanggung jawab sebab pengurukan saluran air (drainase) dipastikan akan memperparah genangan air atau banjir di atas bidang jalan raya Meruyung saat turun hujan.
Eka salah satu warga RW 12 Kelurahan Kelurahan Meruyung, Kecamatan Limo meminta kepada pihak pemerintah dan pihak berwenang untuk mengusut siapa pelaku pengurukan saluran air (Drainase) di sisi ruas jalan raya Meruyung dan memberikan sanksi atas perbuatan yang menurutnya dapat memperparah genangan air di jalan raya Meruyung saat turun hujan.
“Sudah tahu kalau jalan raya di lokasi ini selalu banjir saat turun hujan, eehhh.. kok malah drainasenya di uruk dengan tanah dan puing, ini pelaku nya waras apa enggak,” ujar Eka dengan nada kesal.

Eka meminta kepada pengurus lingkungan dan aparatur pemerintah untuk mengusut pelaku pengurukan saluran air (drainase) dan memberi sanksi tegas atas perbuatan tersebut.
“Seharusnya aparatur pemerintahan dan pengurus lingkungan tahu karena lokasi nya berada di pinggir jalan raya dan tidak jauh dari Kantor Kelurahan, saya berharap Dinas PUPR bisa segera turun tangan dan melakukan normalisasi terhadap saluran air (Drainase) di sejajar jalan raya Meruyung agar tidak menjadi langganan banjir saat hujan turun,” pinta Eka.
Tak hanya warga yang mengaku kesal terhadap aksi pengurukan saluran air (Drainase) di sisi ruas jalan raya Meruyung, namun sejumlah pengguna jalan juga menyatakan sikap yang sama dan menyayangkan pembiaran terhadap perbuatan oknum dalam aksi pengurukan drainase yang menurutnya bisa menjadi pemicu meningkatkan genangan air diatas bidang jalan saat hujan.
“Ini apa apaan… sudah jelas lokasi ini menjadi pusat genangan air kalau lagi hujan, sekarang kok malah saluran air nya di timbun dengan tanah dan puing sisa bongkaran bangunan, dimana otaknya si pelaku, dan dimana pengurus lingkungan dan aparatur kok diam saja,” celetuk Maryono salah satu pengguna jalan.
Maryono mengaku sepakat dengan warga yang menginginkan segera dilakukan normalisasi terhadap saluran air (Drainase) yang berada di sejajar ruas jalan raya Meruyung guna meminimalisir genangan air diatas bidang jalan yang selalu terjadi pada saat turun hujan.
“Saya rasa ini sangat urgent dan harus menjadi perhatian pemerintah atau dinas terkait, sebab genangan air diatas bidang jalan tak hanya mengganggu kenyamanan dan keamanan pengguna jalan tapi juga bisa menjadi penyebab percepatan kerusakan bidang jalan, oleh sebab itu kami minta Pemerintah segara melakukan pembenahan saluran air di sejajar ruas jalan raya Meruyung,” pinta Maryono.
Pantauan Jurnal Depok dilokasi memperkirakan panjang saluran air (Drainase) yang telah di uruk dengan tanah sisa galian dan puing sisa bongkaran bangunan panjangnya mencapai lebih dari seratus meter mulai dari depan perumahan Permata RW 07 hingga depan gedung SMAN 06. n Asti Ediawan








