Terpilih Secara Aklamasi jadi Ketua KNPI Depok, Ini Janji Tomy

316
Tomy Wibawa Mukti (rompi hitam) foto bersama dengan SC Musda KNPI Depok.

Sukmajaya | jurnaldepok.id
Tomy Wibawa Mukti terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Depok periode 2025-2028.

Koordinator Steering Committee (SC) Musyawarah Daerah (Musda) ke-X, Suryadi mengatakan, peserta Musda terdiri dari 41 OKP dari 45 OKP dan 6 Pengurus Kecamatan (PK) KNPI se-Kota Depok. Awalnya ada tiga bakal calon yang mendaftar. Ketiganya adalah Tomy Wibawa Mukti Sitorus, Heri Setiyono, dan Nurcholis Syahbani.

Namun, karena kurangnya dukungan dari Pengurus Kecamatan KNPI maka dua bacalon dinyatakan tidak memenuhi syarat. Kedua nama tersebut adalah Heri dan Nurcholis.

“Dengan demikian, Tomy Wibawa Mukti terpilih secara aklamasi sebagai Ketua KNPI Kota Depok Periode 2025-2028 pada pelaksanaan Musda ke-X sore ini,” katanya, Selasa (19/8/2025).

Suryadi mengatakan, Musda ke-X KNPI Depok berjalan lancar. Dia berharap dengan terpilihnya Tomy Wibawa Mukti, KNPI Kota Depok dapat terus meningkatkan kiprah dan kontribusinya dalam pembangunan Kota Depok.

“Musda ke-X KNPI Kota Depok berjalan lancar dan sukses, serta diharapkan dapat membawa kemajuan bagi organisasi pemuda di Kota Depok,” ujarnya.

Sementara itu Ketua DPD KNPI Depok terpilih, Tomy bersyukur atas amanah yang diembannya. Dikatakan, terpilihnya dirinya sudah melalui proses konsolidasi yang baik dengan OKP dan PK. Tommy menegaskan, dalam proses pemilihan tidak ada praktik money politic.

“Mungkin ini menjadi momentum bagi seluruh anak muda, bahwa meraih kepemimpinan itu kadang-kadang tidak harus menggunakan money politic yang ekstrim. Seperti yang terjadi di berbagai daerah yang ada di kabupaten dan kota lainnya,” katanya.

Tomy menjelaskan, salah satu persoalan anak muda adalah mengenai ketenagakerjaan. Dari total 70 ribu pengangguran di Kota Depok, 25- 30 % adalah anak muda. Dia berharap KNPI Kota Depok dapat mewujudkan lembaga pelatihan kerja bagi anak muda yang belum mendapatkan perkerjaan.

“Sehingga anak-anak muda kita itu bisa kita rekrutt, bisa kita latih, bisa kita bina dan bisa kita distribusikan pada kebutuhan pasar kerja. Nah kalau persoalan ketenagakerjaan ini kan masalahnya kompetensi. Bukan karena anak muda Depok tidak memiliki kompetensi, tapi terkadang lapangan kerja yang ada di lapangan itu tidak sesuai dengan kompetensi yang dimiliki,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here