
Pancoran Mas | jurnaldepok.id
Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes), Dante Saksono Harbuwono mendatangi SD Prestasi Global, Pancoran Mas, Depok untuk meninjau peluncuran program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Dalam kunjungan tersebut, Dante melihat langsung aktivitas di sekolah tersebut bersama Wakil Wali Kota Depok, Chandra Rahmansyah dan Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, Mary Liziawati.
Pemeriksaan kesehatan yang dilakukan mulai dari kesehatan gigi dan mata, tekanan darah, hingga imunisasi. Bahkan, Dante juga turun tangan melakukan penyuntikan imunisasi pada salah satu siswa.
“Jadi ada pemeriksaan gigi, ada pemeriksaan tensi, ada pemeriksaan mata. Kan penting mata tuh, kalau matanya terganggu, nanti waktu mereka melakukan proses belajar mengajar, mereka tidak kelihatan, prestasi turun,” katanya, Senin (4/8/20250.

Dari hasil pantauan, kata Dante, anak-anak di SD Prestasi Global Depok tampak gembira dan tidak takut mengikuti pemeriksaan. Dia menambahkan, dengan program CKG khusus sekolah ini, anak-anak diharapkan sehat dan dapat mengikuti kegiatan belajar dengan baik.
“Saya lihat hari ini bagus ya, anak-anak mulai dari pemeriksaan kesehatan kebugaran, mereka suruh duduk, suruh lari, mereka senang, happy,” ujarnya.
Dikatakan, jika dalam pelaksanaan CKG ditemukan anak dalam keadaan sakit, maka akan ditangani baik di tingkat Puskesmas hingga dibawa ke rumah sakit.
“Jadi ini bukan sekedar pengumpulan data saja, tapi ada tindak lanjutnya dari hasil pemeriksaan kesehatan gratis di anak-anak sekolah ini,” ungkapnya.
Dante menuturkan, ada 53 juta siswa yang menjadi target program CKG. Untuk mempermudah maka petugas yang akan mendatangi sekolah untuk melakukan pemeriksaan terhadap anak-anak.
“Jadi memang supaya kita bisa cost effective dan menajamkan diagnosis, pemeriksaannya itu tidak sama, tiap-tiap kelompok beda-beda. Aksesnya juga kan di sekolah lebih gampang, kalau anak-anak dibawa ke Puskesmas,” tukasnya.
Program CKG Sekolah ini sengaja diluncurkan pada awal tahun ajaran baru agar anak-anak siap usai menjalani liburan.
“Di tingkat pusat ada 12 site, kantor komunikasi kepresidenan menugaskan kita untuk melakukan pemeriksaan serempak di 12 center termasuk di sini,” tambahnya.
Dante menuturkan, yang tidak kalah penting juga adalah soal kesehatan mental. Sehingga dalam CKG mencakup juga pemeriksaan kesehatan jiwa. Namun untuk pemeriksaan kesehatan jiwa dikhususkan bagi pelajar tingkat SMP dan SMA. Melalui pemeriksaan kesehatan jiwa, nantinya akan diketahui apakah seorang siswa mengalami depresi, anxiety, atau gangguan lainnya.
“Nanti akan kelihatan apakah anak-anaknya depresi, apakah anak-anaknya cemas, itu berkaitan dengan pemeriksaan neurosis, sehingga nanti bisa diidentifikasi, yang nanti ditindaklanjuti oleh Puskesmas dan guru BP, itu yang pertama,” ujarnya.
Selain pemeriksaan kesehatan jiwa, CKG Sekolah juga menyediakan imunisasi HPV untuk pencegahan kanker serviks. Imunisasi ini dilakukan sedini mungkin, terutama diperuntukkan untuk siswi kelas VI SD.
“Jadi HPV itu salah satu pemeriksaan yang bisa menyebabkan penyakit kanker serviks dan kanker serviks itu terjadi nanti setelah mereka menikah biasanya. Ini mencegah kanker leher rahim atau kanker serviks, yang merupakan penyebab kematian kedua kanker wanita di Indonesia,” sambungnya.
Selanjutnya, para pelajar juga mendapatkan pemeriksaan tuberkulosis dan akan ditindaklanjuti ke Puskesmas jika ditemukan gejala.
“Di puskesmas akan melakukan pemeriksaan lebih insentif, pemeriksaan dahak, mungkin kalau Puskesmasnya ada rontgen, kita lakukan pemeriksaan rontgen portable dan sebagainya,” pungkasnya. n Aji Hendro








