
Laporan: Aji Hendro
Perum Bulog bersama TNI bersinergi mengelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Lapangan Tembak 600 Meter di Divisi Infanteri 1 Kostrad Cilodong Depok. Ini sebagai upaya mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam rangka mewujudkan swasembada pangan. Kegiatan ini untuk mendukung program stabilisasi harga pangan yang dilakukan di Kodam III/Siliwangi 25 Juli 2025 yang lalu.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani hadir untuk melakukan peninjauan lapangan. Kunjungan ini menjadi bagian Bulog memastikan ketersediaan pangan pokok dengan harga terjangkau, khususnya bagi masyarakat dan keluarga besar TNI.
“Perum Bulog mengucapkan terima kasih dan penghormatan setinggi-tingginya atas dukungan dari Jajaran TNI yang luar biasa kepada Bulog,” kata Rizal, Senin (28/7/2025).

Pada kegiatan ini, Bulog menyediakan sejumlah komoditas dengan harga stabil. Antara lain Beras SPHP sebanyak 10 ton dengan harga Rp12.500/kg atau Rp62.500,00 per karung. Minyak goreng ‘Minyak Kita’ sebanyak 2 ton dengan harga Rp1 5.700/liter dan gula pasir sebanyak 1 ton dengan harga Rp17.500/kg
Kasdivif 1 Kostrad, Brigadir Jenderal TNI Vivin Alvianto mengatakan, sinergi ini menunjukkan dukungan TNI kepada Bulog dalam berbagai penugasan pemerintah, utamanya dalam dukungan logistik.
“Kami sangat mendukung program ini, karena sangat dirasakan oleh masyarakat langsung, terlihat dari animo pengunjung baik masyarakat sekitar maupun keluarga besar TNI,” katanya.
Sinergi antara Bulog dan TNI akan terus diperkuat ke depan melalui kegiatan serupa yang akan digelar di satuan-satuan TNI di seluruh Indonesia, sebagai bagian dari kontribusi nyata dalam menjaga kestabilan pangan dan mendukung program pemerintah.
Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) merupakan penugasan Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang tertuang dalam Surat Kepala Bapanas Nomor 173/TS.02.02/K/7/2025 tertanggal 8 Juli 2025.
Program ini berlangsung di periode bulan Juli sampai dengan Desember 2025 dengan target penyaluran sebesar 1,3 juta ton beras di seluruh Indonesia. Program SPHP menjadi salah satu instrumen strategis pemerintah untuk mengendalikan harga beras.
Beras SPHP disalurkan melalui berbagai kanal distribusi: pengecer di pasar, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), Pemerintah Daerah melalui Kios binaan dan GPM, Kantor BUMN serta Instansi Pemerintah seperti TNI dan Polri. Bulog memastikan distribusi ini menjangkau seluruh lapisan masyarakat dari perkotaan hingga pedesaan.
Maryati, salah satu warga mengatakan sangat senang dengan adanya program ini. Dia pun bisa membeli kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
“Kami senang bisa beli beras dengan harga murah dan terjangkau,” katanya.








