
Margonda | jurnaldepok.id
Tiga nama calon kandidat Sekretaris Daerah (Sekda) Depok diumumkan pada hari ini, Senin (28/7/2025) oleh panitai seleksi. Sebelumnya sudah ada enam kandidat yang mengikuti tes tertulis dan wawancara.
Mereka adalah Abdul Rahman Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok; Citra Indah Yulianty, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Depok; Dadan Rustandi, Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Disrumkim) Kota Depok; Dadang Wihana, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan dan Penelitian Pengembangan Daerah (Bappeda) Kota Depok; Mangnguluang Mansur, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Depok dan Agus Kuncoro, Kepala Pusat Pengembangan Kebijakan dan Keterpaduan Rencana Pembangunan Desa, dan Daerah Tertinggal.
Dari keenam nama tersebut, tiga yang disebut-sebut menjadi kandidat kuat adalah Manguluang Mansur, Dadang Wihana dan Abdul Rahman.

Menanggapi hal itu, Anggota DPRD Kota Depok dari Fraksi PDIP, Hendrik Tangke Allo (HTA) menilai, calon kuat Sekda menurutnya adalah Manguluang Mansur atau akrab disapa Agung.
Sebagai lulusan Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN), HTA menilai Agung dianggap mumpuni menjabat posisi Sekda.
“Pak Agung ini lulusan STPDN yang punya pengalaman birokrasi yang cukup menjadi modal untuk menjadi Sekda,” katanya, Minggu (27/7/2025).
Dengan latar belakang pendidikan tersebut, HTA yakin Agung mampu mengemban jabatan Sekda Depok nantinya. Dilihat dari rekam jejak karir pun, Agung sudah menduduki posisi strategis hingga saat ini menjadi Kepala DPMPTSP.
“Artinya, dari pendidikan tentunya beliau memiliki dasar ilmu pemerintahan sampai menjabat beberapa (poisi), merintis dari bawah sehingga pada akhirnya masuk menjadi salah satu kandidat,” ujarnya.
Secara gamblang, mantan Ketua DPRD Depok periode 2014-2019 itu mengaku mendukung Agung sebagai Sekda Depok. Bukan tanpa alasan, karena ia melihat sosok Agung sudah sangat tepat ada di posisi tersebut.
“Saya menjagokan Pak Agung sebagai Sekda Depok ke depan artinya dari pengalaman sebagai birokrat kemudian juga bagaimana membangun komunikasi dengan stakeholder lain beliau sudah sangat mumpuni. Itulah tugas Sekda ke depan untuk menjalankan tugas Pak Wali Kota,” tukasnya.
Diketahui bahwa pada pekan lalu, keeenam kandidat tersebut telah mengikuti proses tes tertulis dan wawancara. Tes tertulis yaitu tertulis pada Senin (21/7/2025) dan wawancara pada Selasa (22/7/2025). Kedua tahapan tersebut diikuti lengkap oleh enam orang kandidat. Mereka diuji oleh tim panitia seleksi (pansel).
“Yang ikut dalam tes makalah dan wawancara ada enam orang,” kata Penjabat (PJ) Sekretaris Daerah Kota Depok, Nina Suzana.
Hasil dari kedua tes tersebut saat ini masih dalam penggodogan tim pansel yang akan dilaporkan kepada Wali Kota Depok, Supian Suri. Dari enam nama tersebut, nantinya akan dikerucutkan menjadi tiga saja.
“Hasilnya dievaluasi tulisan mereka (kandidat). Mereka dites dan diwawvcarai terkait Sekda dan pemerintahan daerah. Nanti digali oleh tim pansel yang terdiri dari lima orang, tinggal tim pansel menggali mana yang cocok. Hasilnya disampaikan ke Pak Wali 3 orang calon,” ungkapnya.
Mengenai siapa tiga calon yang lolos, Nina enggan menjabarkan. Namun ketiga nama tersebut akan diumumkan pada Senin (28/7). Menurutnya, keenam nama yang masuk dalam tahap akhir kemarin memiliki peluang yang sama.
“Semua punya peluang sama, punya kelebihan. Pengumuman 28 Juli,” pungkasnya. n Aji Hendro








