
Limo | jurnaldepok.id
Modus penipuan online semakin merajalela dan membuat resah masyarakat, setelah mengatasnamakan para pejabat kini pelaku penipuan mulai mengembangkan aksi penipuan dengan mengatasnamakan pribadi dan lembaga pemerintahan dengan modus mengirimkan Flayer informasi cara pembuatan KTP Elektronik dan undangan pernikahan online kepada pihak yang akan dijadikan sasaran aksi penipuan.
Menyikapi hal ini, Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Limo, AA. Abdul Khoir meminta kepada warga masyarakat agar lebih berhati hati dan waspada saat menerima pengiriman konten melalui pesan WhatsApp.
Pasalnya, kata dia, telah terbukti banyak warga yang mendapat kiriman pesan WhatsApp berisi konten flayer informasi pembuatan KTP Elektronik dari pihak yang mengatasnamakan pegawai Kantor Kecamatan Limo padahal sang pengirim pesan bukanlah pegawai Kantor Kecamatan Limo.

“Ya, kemarin saya menerima konfirmasi dari seorang ibu yang menanyakan soal pesan WhatsApp yang dia terima terkait pembuatan KTP Elektronik yang di kirim oleh seseorang yang mengaku bernama Mulyadi padahal di Kantor Kecamatan Limo tidak ada pegawai yang namanya Mulyadi, ini jelas jelas bermaksud untuk menipu,” ujar AA. Abdul Khoir kepada Jurnal Depok, kemarin.
AA menambahkan, banyak warga yang mendapat kiriman WhatsApp dari pelaku penipuan termasuk Driver Camat Limo, H. Bily juga mendapat kiriman konten yang sama dari pelaku yang mengaku staf Kantor Kelurahan Limo.
“Lucu juga karena sang pelaku juga mencoba untuk menipu bapak Haji Bily yang notabene merupakan driver pak Camat,” sambung AA. Abdul Khoir.
Sebelumnya, salah satu pegawai Kantor Kelurahan Grogol, Kecamatan Limo, M. Cholid mengaku nomor Handphon nya di retas oleh pelaku penipuan dengan modus seolah dirinya menyebar undangan pernikahan.
“Ya, pekan silam nomor HP saya di gunakan oleh penipu untuk menyebar undangan, padahal saya enggak pernah menyebar undangan pernikahan seperti yang disebar oleh pelaku penipuan yang menyasar kepada semua nomor yang ada di HP saya, saya sempat dibuat pusing oleh pelaku penipuan ini karena banyak teman teman dan kolega yang nanya soal undangan itu,” keluh Cholid.
Bukan cuma kali ini saja, kasus penipuan mengatasnamakan camat Limo dan Camat Sawangan juga pernah terjadi pada beberapa bulan silam dimana pelaku penipuan membidik sasaran para pimpinan lembaga pendidikan dan pimpinan yayasan pendidikan untuk mendapatkan keuntungan pribadi dari hasil menipu, tak hanya itu Sekretaris PPP Kota Depok, Ma’mun Pratama juga pernah di catut namanya oleh pelaku penipuan online yang meminta dikirim uang ratusan juta untuk membeli mobil Pajero.
Mengingat maraknya kasus seperti ini, ada baiknya warga untuk lebih berhati hati dalam merespon berbagai bentuk aksi penipuan dan jika aksi penipuan berbentuk undangan pernikahan, hendaknya warga tidak membuka undangan tersebut sebelum mengkonfirmasikannya kepada orang yang nama nya disebut dalam surat undangan tersebut. n Asti Ediawan








