
Sukmajaya | jurnaldepok.id
Puluhan bangunan liar (bangli) yang berada di sepanjang jalur pipa gas di Jalan Juanda, Sukmajaya, Depok hari ini ditertibkan. Ada sekitar 79 bangunan permanen dan semi permanen yang diratakan oleh petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok.
Kepala Satpol PP Kota Depok, Dede Hidayat mengatakan, sebelumnya sudah diberikan surat peringatan (SP) pada pemilik banguanan sebanyak tiga kali. Namun karena tidak dihiraukan akhirnya pagi tadi petugas melakukan penertiban. Dalam penertiban tersebut, Satpol PP dibantu oleh TNI-Polri.
“Ini adalah kegiatan ketertiban bangunan-bangunan yang ada disekitaran Jalan Juanda, tepatnya di area Pertamina Gas. Dan ini sebetulnya adalah kegiatan lanjutan yang sudah berapa kali kita lakukan, sudah hampir tiga kali kita rapat dan dipimpin oleh ketua tim terpadu Bu Sekda hingga saya sebagai ketua harian Kasatpol PP hari ini menegakkan pelaksanaan penertiban di wilayah Jalan Juanda ini,” katanya, Senin (21/7/2025).

Dikatakan, bangunan liar tersebut berada di atas jalur pipa gas dan sangat berisiko. Saluran pipa gas tertanam dua meter di bawah tanah.
“Area yang kita tertibkan ini adalah area yang menyangkut objek vital nasional yang didalamnya itu ada kurang lebih 2 meter gas yang kemungkinan kalau ada pemicunya misalkan ada yang masak atau lain sebagainya bisa meledak dan ini bisa buat kerawanan di masyarakat,” ujarnya.
Dalam penertiban tersebut, Satpol PP dibantu oleh TNI-Polri. Terkait dengan warga yang bertahan di area Pasar Kambing, Dede menuturkan, sudah dilakukan mediasi untuk mengosongkan lahan. Ditegaskan bahwa tidak ada alasan bagi mereka untuk bertahan karena berada di lahan milik negara.
“Ya terkait Pasar Kambing, sudah yang saya sampaikan sebetulnya dan sebetulnya mereka sudah ada mediasi juga yang dilakukan oleh Pak Dandim untuk mengosongkan lahan pasar kambing. Jadi saya pikir sudah tidak ada alasan lagi mereka untuk bertahan di posisi itu,” tegasnya.
Petugas tetap akan melakukan pembongkaran sesuai dengan perintah yang diterima. Di lokasi Pasar Kambing ada sekitar 14 titik.
“Tetap dibongkar, karena itu titiknya malah lebih rawan karena adanya di dalam petra gas yang ada 14 titik yang sebetulnya yang disampaikan oleh Petra Gas bahwa salah satunya adalah Pasar Kambing,” ungkapnya.
Penertiban dilakukan dengan menggunakan tiga alat berat. Jumlah personil yang diturunkan lebih dari 200 orang.
“Kami coba upayakan hari ini penertiban kita bisa selesaikan sampai hari ini atau esok hari ya. Kalau nanti hari ini bisa dianggap cukup untuk menyelesaikan kita selesaikan. Personel kalau untuk Satpol 150 orang, Polri 60 orang, kemudian ada beberapa dari Garnisun dan Denpom,” pungkasnya. n Aji Hendro








