
Cilodong | jurnaldepok.id
Pendidikan karakter di barak militer tidak menyeramkan bahkan siswa menangis karena tidak mau pulang dan merasa sudah betah tinggal di barak.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengatakan itu saat menutup kegiatan pendidikan karakter siswa Kota Depok di Markas Yonif 328 Para Raider Divisi 1 Kostrad Cilodong. Dedi sempat berdialog dengan para siswa peserta pendidikan karakter.
“Kamu ke sini karena ada masalah apa?,” tanya Dedi ke salah satu siswa.

Setiap peserta memberikan jawaban beragam, mulai dari atas kemauan sendiri, kebiasaan merokok, bermain game online, hingga sering mabuk karena minuman keras.
“Siap, minum-minum, Pak. Minum kawa-kawa,” ucap seorang remaja perempuan yang ditemui Dedi.
Kamu kenapa,” sapa KDM.
“Siap, tawuran Pak,” jawab seorang siswa barak militer Cilodong.
Salah seorang siswi mengaku sering menenggak minuman keras hingga mabuk.
“Kamu kenapa?” tanya KDM.
“Siap.Minum-minuman keras Pak, diajak teman,” jawab siswi.
“Terus, masih mau lanjut?” tanya KDM
“Siap, tidak akan lagi Pak,” jawab siswi.
Dedi mengatakan, siswa-siswa menangis itu karena mereka tidak mau pulang ke rumah mereka.
“Mereka menangis bukan merasa mendapat sesuatu yang tidak nyaman, akan tetapi menangis tidak mau pulang karena betahnya kegiatan di Barak. Artinya bahwa pendidikan di barak tidak menyeramkan, tetapi justru rasa-rasa kemanusiaan tumbuh di sini,” paparnya.
Di mana, kata dia, para pelatih tumbuh sebagai orang tua mereka dan mereka dengan pelatihnya sangat dekat dan belum tentu didapatkan di tempat lain.
“Bahkan kalau tempat lain mahal bayarnya, pendidikan seperti ini di sini gratis difasilitasi oleh Pemkot Depok dan akan mengalokasikan pembiayaan untuk melakukan pembinaan dan lain-lain. Nanti tidak akan lagi dinikmati hanya sebagian anak saja, akan tetapi anak-anak di Depok dan Jawa Barat,” ungkapnya.
Wali Kota Depok, H. Supian Suri menyampaikan apresiasi tinggi kepada jajaran TNI, para guru, dan seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program pembinaan karakter dan bela negara bagi pelajar di Depok.
“Program ini bukan sekadar pelatihan fisik, tetapi juga pembentukan mental dan karakter kebangsaan bagi generasi muda Kota Depok. Pelatihan selama 10 hari ini memberikan dampak signifikan terhadap kedisiplinan dan kebersamaan para peserta,” pungkasnya. n Aji Hendro








