
Cilodong | jurnaldepok.id
Sekretrais Kumpulan Orang Orang Depok (KOOD), Hj. Nina Suzana mengungkapkan, setelah menggelar beberapa rangkaian acara Lebaran Depok 2025 yang diakhiri dengan Pasar Penghabisan, pihaknya akan menggelar acara hiburan music dangdung dengan menghadirkan Ayu Ting Ting dan Group Band Naff yang akan tampil pada, Sabtu (17/05/25) pukul 19.00 WIB.
“Untuk hari terakhir Lebaran Depok akan dimeriahkan beragai macam pertunjukan seni dan budaya mulai dari Ogoh-Ogoh, Barongsai, Reog Ponogoro dan akan ada penampilan artis dangdut dari Kota Depok Ayu Ting Ting dan Band Naff,” ujar Nina didampingi Ketua Panitia Lebaran Depok, Anwar Nasihin, Jumat (16/05/25).
Nina menjelaskan, Pasar Penghabisan menjadi salah satu tradisi yang diangkat kembali dalam rangkaian perayaan Lebaran Depok 2025.

“Tradisi ini bukan sekadar kegiatan ekonomi musiman, tetapi mencerminkan kebiasaan masyarakat tempo dulu dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri,” paparnya.
Dia menjelaskan, tradisi Pasar Penghabisan merupakan bagian dari rangkaian kegiatan nostalgia yang menghidupkan kembali budaya warga Depok di masa lampau. Salah satu contohnya, adalah kebiasaan orang tua zaman dulu yang menyimpan ikan di empang untuk kemudian dibedah menjelang Lebaran.
“Dulu orang tua kita sebelum Lebaran harus siap ikan. Ikan dipelihara di empang dan dibedah menjelang hari raya. Selain itu, biasanya mereka patungan untuk potong kerbau andil. Lalu belanja ke Pasar Penghabisan untuk persiapan Lebaran,” katanya.
Istilah “Pasar Penghabisan” sendiri, kata dia, merujuk pada hari terakhir berbelanja menjelang Lebaran, ketika seluruh pasar akan tutup keesokan harinya. Dalam pasar ini, masyarakat biasanya membeli pakaian, makanan, serta perlengkapan Lebaran lainnya.
“Karena besoknya pasar tutup, maka satu hari sebelumnya kita sebut Pasar Penghabisan. Kita beli baju, keperluan Lebaran, dan hari ini kita simbolkan kembali Pasar Penghabisan itu. Ada UMKM yang ikut serta, menjual makanan khas Depok dan berbagai pernak-pernik Betawi,” jelasnya.
Pasar Penghabisan kali ini, kata dia, digelar sebagai bentuk representasi dari pasar tradisional yang dulunya ramai menjelang Lebaran. Di dalamnya, pengunjung dapat menemukan berbagai sajian kuliner seperti soto, makanan khas Depok, serta aneka aksesoris dan kerajinan seperti batu cincin dan ornamen budaya Betawi.
“Pasar ini memang simbol saja. Tapi inilah cara kita memperkenalkan kembali budaya orang tua kita kepada generasi sekarang. Dulu suasana pasar menjelang Lebaran sangat meriah. Sekarang kita coba bangkitkan lagi suasananya,” pungkasnya. n Aji Hendro








