Kondisinya Makin Memprihatinkan, Pemkot Depok Bakal Tutup TPA Cipayung di 2029

230
Terlihat tumpukan sampah yang semakin menggunung di TPA Cipayung.

Cipayung | jurnaldepok.id
Tempat Pengolahan Sampah (TPA) Cipayung pada tahun 2029 tidak ada lagi yang mengoperasionalkan dengan sistem open dumping.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Depok, Abdul Rahman kepada wartawan mengatakan, Kementerian Lingkungan Hidup telah menyurati Pemerintah Kota Depok terkait TPA Cipayung yang telah overload.

“Kami dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Depok akan menyiapkan langkah strategis apabila TPA Cipayung dilakukan penutupan,” katanya.

Dia mengatakan, pihaknya telah menerima surat dari Kementrian Lingkungan Hidup beberapa bulan lalu, dan ditujukan kepada semua daerah tingkat dua kabupaten dan kota termasuk Kota Depok.

“Dalam surat yang disampaikan Kementrian Lingkungan Hidup berisikan tidak ada lagi TPA yang mengoperasionalkan dengan sistem open dumping. Kami diberikan waktu oleh Kementrian Lingkungan Hidup hingga 2029,” ujarnya.

Dikatakannya, Pemerintah Kota Depok saat ini hanya melakukan pengelolaan dan penataan di TPA Cipayung dengan sistem penumpukan. Pemerintah Kota Depok berharap adanya kerja sama mengelola sampah dengan berkolaborasi seluruh stakeholder.

Dia menambahkan, apabila satu orang timbulan sampah per hari 0,59 kilogram, dapat melakukan pengurangan sampah.

“Adapun caranya dengan pengurangan maupun penghematan menggunakan plastik. Selain itu, dilakukan pemilahan sampah dan pengolahan sampah rumah tangga. Pengolahan sampah di rumah tangga dengan biopori komposting itu dapat mengurangi sampah,” jelasnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, pada rencana induk pengolahan sampah Kota Depok, sudah ada sejumlah langkah strategis untuk mengatasi permasalahan sampah.

Diketahui sampah Kota Depok mencapai 1.265 ton per hari dan untuk pengiriman ke TPA Cipayung mencapai 1.000 ton.

“Yang masuk ke TPA itu 1.000 ton sampah, ini kami selesaikan dengan pembangunan RDF sampai 300 ton ya,” terangnya.

Selain itu, lanjut Abra, Pemerintah Kota Depok menjalin kerjasama dengan TPPAS Lulut Nambo untuk pengelolaan mencapai 500 ton per hari.

Pemerintah Kota Depok akan mensiasati 200 ton sampah dengan mengoptimalkan penanganan sampah di lingkungan masyarakat.

“200 ton tadi kami optimalkan dari penanganan dan pengurangan, kami giatkan lagi edukasi masyarakat melakukan pemilahan dan pengolahan, sekaligus lewat bank sampah dan maggot,” tukasnya.

Dikatakannya, Pemerintah Kota Depok akan merevitalisasi UPS Composting yang mampu mengelola sampah perhari mencapai 1 ton. Dimana TPA Cipayung sudah tidak mampu menampung beban sampah Kota Depok. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here