
Limo | jurnaldepok.id
Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Puskesmas Limo, dr. Toni Hermawan meminta kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) atau pihak terkait lainnya untuk segera menutup lokasi tempat pembuangan sampah (TPS) liar yang berlokasi di Kampung Blok Tengki RT 06/03, Kelurahan Limo, Kecamatan Limo.
Pasalnya tumpukan sampah yang sangat dekat dengan lokasi permukiman warga sudah sangat menggunung dan berpotensi memicu pencemaran air tanah sehingga akan sangat membahayakan kesehatan warga sekitar.
“Saya sudah mengecek keberadaan tumpukan sampah di RW 03, Kelurahan Limo, ternyata jumlah tumpukan sampah sudah sangat menggunung di TPS itu dan saya melihat lokasi tempat pembuangan sampah itu sangat dekat dengan permukiman warga, itu sangat berbahaya bagi kesehatan warga sekitar karena pada umumnya warga mengkonsumsi air bawah tanah untuk kebutuhan air minum, untuk itu saya meminta kepada pihak terkait untuk segera menghentikan aksi pembuangan sampah di tempat itu dan mengangkut sampah yang ada ke TPA Cipayung agar warga terhindar bahaya pencemaran air akibat dari keberadaan tumpukan sampah tersebut,” ujar Toni kepada Jurnal Depok, Rabu (12/06/24).

Menanggapi hal ini, Ketua RW 03, Kelurahan Limo, Kecamatan Limo, Bebe Ibrahim mengaku sedang mencarikan solusi alternatif tempat pembuangan sampah karena TPS yang ada di wilayah RT 06/03 sudah over load dan tidak lagi bisa menampung sampah warga.
“Ya, kami sedang mencari solusi alternatif untuk tempat pembuangan sampah tersebut, kami sudah berkoordinasi dengan bapak Lurah dan beliau sudah datang meninjau kelokasi,” ungkap Bebe Ibrahim.
Hal senada disampaikan oleh Udin selaku Ketua RW 01 yang berbatasan langsung dengan lokasi TPS.
“Ya, betul tadi pagi saya mendampingi dokter Toni meninjau lokasi dan memang sekarang sedang dicarikan solusinya artinya di satu sisi sampah di TPS itu bisa diangkut ke tempat lain, dan disisi lain warga memiliki alternatif tempat pembuangan sampah,” papar Udin.
Diakuinya, tumpukan sampah tersebut sedikit banyaknya mengganggu kenyamanan warga terutama masalah bau tak sedap dan banyaknya lalat di areal TPS namun meski demikian Udin tak membantah jika TPS itu ditutup maka harus ada solusi terutama soal alternatif tempat pembuangan sampah warga.
“Kalau bicara bau tak sedap sudah pasti karena TPS itu sudah cukup lama bahkan lebih dari dua tahun lalu sudah ada kegiatan pembuangan sampah disana, mungkin semua setuju TPS itu ditutup tapi lagi lagi harus ada solusinya,” pungkas Udin. n Asti Ediawan








