
Beji | jurnaldepok.id
Pendukung Partai Politik Peserta Pemilu 2024 bersitegang saat hendak memasang Alat Peraga Kampanye (APK) di Kecamatan Beji.
Ketua Panwascam Beji, Winda Agus Wulandari kepada wartawan mengatakan, selama masa pelaksanaan kampanye pihaknya menemukan dan menerima aduan. Salah satunya adanya pendukung dua parpol yang sempat bersitegang saat memasang APK.
Dia menambahkan, kejadian berawal saat salah satu parpol ingin memasang APK bersebelahan dengan posko salah satu parpol. Namun hal itu rupanya mendapatkan penolakan karena pemasangan dekat dengan posko parpol.

“Mendapatkan penolakan, pendukung parpol tersebut tetap kekeh memasang APK nya di dekat posko. Dua-duanya engak mau ngalah tetap masang APK nya, dan akhirnya kami komunikasi dengan pengurus RW dan hasilnya kedua parpol bisa memasang di lokasi tersebut,” ujarnya.
Tak hanya itu, pihaknya juga menerima adanya kasus lainnya seperti adanya caleg yang ingin memasang APK namun tidak berkomunikasi dengan warga setempat.
Winda menerangkan, setidaknya terdapat 78 kegiatan pengawasan kampanye se Kecamatan Beji. Namun, perlu dicatat bahwa delapan kegiatan batal karena alasan seperti caleg sakit, hujan dan tanpa keterangan.
“Secara keseluruhan, PKS menjadi yang paling aktif dengan prosentase 68 persen, diikuti oleh PAN (14 persen) dan Golkar (8 persen). PDIP, Perindo, dan Gerindra masing-masing tidak mencapai 5 persen,” jelasnya.
Berdasarkan data kegiatan kampanye di atas, pengawas Pemilu terus melakukan upaya pencegahan baik himbauan, identifikasi kerawanan, kegiatan publikasi dan kegiatan lainnya.
Dia mengatakan panitia Pengawas Kecamatan Beji akan terus meningkatkan pengawasan selama masa kampanye pemilu yang berlangsung pada 28 November 2023 hingga 10 Februari 2024.
Winda menambahkan, Panwascam Beji fokus pada pencegahan dengan mengidentifikasi beberapa kerawanan, seperti tidak memberikan STTP atau Surat Tanda Terima Pemberitahuan, politik uang atau pembagian sembako, bahan kampanye tidak sesuai aturan dan keterlibatan ASN.
Selain itu, lanjut Winda, Panwascam Beji juga aktif melibatkan masyarakat dalam kegiatan partisipatif, termasuk sosialisasi pengawasan pemilu kepada kader PKK, Karang Taruna, OKP se Kecamatan Beji dan pemilih pemula dari SMA dan SMK kelas 12.
“Kerjasama erat dengan Polsek Beji dan Koramil Beji juga menjadi langkah strategis untuk memastikan keamanan dan keteraturan selama pelaksanaan kampanye,” tuturnya.
Winda menambahkan, pencegahan yang dilakukan Panwascam Beji tidak hanya terbatas pada lapangan, tetapi juga melalui publikasi di media sosial, seperti Instagram dan Facebook.
“Dengan langkah langkah ini, Panwascam Beji berkomitmen untuk menciptakan pemilu yang berkualitas dan bebas dari praktik yang merugikan demokrasi,” pungkasnya. n Aji Hendro








