
Margonda | jurnaldepok.id
Coffe Toffee Margonda 2 di Jalan Margonda kembali dibuka dengan konsep baru dan kekinian dengan investasi mencapai Rp 3 miliar.
Co-Founder Coffee Toffee, Zai Achmad kepada wartawan mengatakan, kopi saat ini menjadi lifestyle di berbagai kalangan.
“Dengan target sasaran adalah anak mahasiswa, Coffe Toffee 2 memberikan suasana nyaman namun ramah di kantong. Gerai Coffee Toffee Margonda 2 adalah gerai ke-147 di seluruh Indonesia, telah berdiri sejak tahun 2016,” ujar Zai.

Coffee Toffee Depok Margonda 2 ini, kata dia, memiliki nilai investasi Rp 3 miliar dengan sistem kepemilikan bersama antara lain Acep R. Jayaprawira, Yohannes Wijaya, Heppy Hadiati, dan Riefna Azwita.
“Bahkan start up fintech pun ikut investasi disini, yaitu bizhare. Total nilai investasinya Rp 3 miliar. Kami ada beberapa investor disini,” katanya.
Dalam langkahnya sebagai trendsetter bagi kopi Nusantara, Coffee Toffee telah tumbuh menjadi salah satu brand kopi lokal khas Indonesia yang paling diakui. Dengan tekad yang kuat, Coffee Toffee secara konsisten mempromosikan penggunaan biji kopi berkualitas tinggi untuk dinikmati di dalam negeri.
Ia berharap, Coffe Toffee dapat terus memperkuat eksistensi merek kopi lokal berkualitas di Depok dan sekitarnya.
“Semangat kami untuk mengkampanyekan YES I Drink Indonesian Coffee telah tersebar di seluruh Indonesia. Kami mengajak anda untuk turut serta membanggakan dan mencintai kopi Indonesia berkualitas tinggi,” paparnya.
Dalam peresmian Grand Opening Coffee Toffee Margonda 2, tema yang diusung adalah ‘The Spirit of Nusantara’. Hal ini mencerminkan rasa bangga dan cinta mereka terhadap budaya Indonesia.
Mereka bahkan memberikan tema atau dress code kepada para tamu undangan yaitu ‘berkain’ untuk mengakar brand Coffee Toffee dengan budaya Nusantara.
Adnan dari Bizhare mengatakan, sangat tertarik investasi di sini. Dia melihat potensi besar di bisnis ini dan Margonda menjadi daya tarik tersendiri dimana banyak kalangan mahasiswa tinggal disana.
“Investasi kami 30 persen di sini atau sekitar Rp 1,3 miliar. Kami melihat ada peluang besar untuk mengembangkan usaha di Depok terutama Margonda,” tandasnya.
Sementara itu ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Pondokcina, H Munir menyambut baik adanya pihak swasta yang berinvestasi di wilayahnya.
Dia berharap dengan kehadiran Coffe Toffe bisa memberikan lapangan pekerjaan bagi warganya. n Aji Hendro








