Tokoh Masyarakat & Pecinta Sepak Bola Inginkan Pembangunan Lapangan Pemuda Limo Berstandar FIFA

461
Suasana musyawarah terkait rencana pembangunan Lapangan Pemuda Limo.

Limo | jurnaldepok.id
Sejumlah tokoh masyarakat dan pecinta olah raga sepak bola di wilayah Kecamatan Limo meminta kepada Dinas Perumahan dan Permukiman (Disrumkim) selaku Dinas penyedia proyek revitalisasi lapangan sepak bola Pemuda Limo untuk merealisasikan pembangunan lapangan sesuai standar Internasional.

Salah satu tokoh masyarakat sekaligus pemerhati olah raga sepak bola, Jayadi mengatakan, penetapan standar FIFA pada pembangunan lapangan sepak bola Pemuda Limo dimaksudkan agar proyek revitalisasi lapangan sepak memiliki nilai manfaat maksimal dan bisa dioptimalkan untuk penyelenggaraan event Internasional.

“Kami bersikeras meminta agar ukuran lapangan disesuaikan dengan standar internasional karena di Kota Depok belum adan lapangan sepak bola yang memenuhi standar FIFA sehingga tidak bisa dioptimalkan pada event resmi seperti Sea Games atau Asian Games, hal ini tentu sangat memprihatinkan mengingat Kota Depok sebagai salah satu wilayah penyangga ibu kota yang seharusnya sudah memiliki sepak bola berstandar FIFA agar bisa menjadi tuan rumah pada ajang Internasional,” ungkap Jayadi.

Dia menambahkan, untuk memenuhi kecukupan lahan, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak PT Megapolitan untuk perluasan lahan di bagaian barat.

“Kalau mau dibangun jangan tanggung tanggung, sekalian kita bikin lapangan sepak bola berstandar FIFA, dan untuk urusan perluasan lahan itu nanti kami yang urus,” ujarnya.

Hal senada disampaikan oleh Mahyudin Kadus salah satu penggiat olah raga sepak bola.
Dia berharap pembangunan lapangan sepak bola berstandar internasional tak dipastikan akan berimbas pada peningkatan aktivitas dan perniagaan di wilayah Limo dan sekitarnya karena jika lapangan sepak bola telah memenuhi standar internasional maka sangat dimungkinkan nantinya lapangan akan sering digunakan untuk pelaksanaan event besar yang bakal menyedot banyak penonton.

“Logikanya saja, kalau lapangan Pemuda Limo banyak dipakai untuk pertandingan Nasional apalagi Internasional, maka penonton akan jauh lebih banyak dan itu pastinya akan berimbas pula pada pergerakan aktivitas perniagaan disekitar lapangan,” imbuhnya.

Pernyataan senada disampaikan oleh Ketua Forum Pemuda Limo (FPL), Lukman Hakim.
Dikatakan Lukman, pembangunan lapangan sepak bola sesuai standar FIFA akan menjadi pembeda antara lapangan sepak bola Pemuda Limo dengan lapangan lain yang ada di Kota Depok.

“Banyak nilai plus nya kalau lapangan dibuat dengan standar FIFA, apalagi proyek revitalisasi lapangan sepak bola ini serangkai dengan program pemberdayaan UMKM, jadi semua fasilitas pendukung harus tersedia dengan standar mumpuni,” tegas Lukman.

Disisi lain, perwakilan dari Dinas Perumahan dan Permukiman (Disrumkim) Kota Depok, Suwandi berharap perluasan lahan untuk pembangunan lapangan sepak bola Pemuda Limo tidak akan mengganggu proses pelaksanaan pekerjaan yang dilakukan oleh kontraktor pelaksana proyek.

“Buat kami perluasan lahan tidak ada masalah selama tidak mengganggu proses pekerjaan karena proyek ini sudah mulai digarap dan tidak mungkin dilakukan penundaan pekerjaan mengingat pada akhir tahun 2023 proyek revitalisasi lapangan Pemuda Limo harus sudah rampung, dan untuk lebih kondusifnya nanti kami akan memanggil semua pihak terkait,” tegas Suwandi saat mengikuti rapat koordinasi dengan para pihak di lapangan Limo. n Asti Ediawan

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here