
Limo | jurnaldepok.id
Meskipun hasil kegiatan usaha di sejumlah unit usaha KUD Soliamitra belum maksimal pasca pandemi Covid 19, namun secara umum kegiatan usaha diseluruh unit usaha masih berjalan terutama unit usaha simpan pinjam, mini market dan usaha penjualan kavling yang kini merupakan unit usaha andalan KUD Soliamitra.
Demikian diungkapkan Ketua Koperasi Unit Desa (KUD) Soliamitra, Suhada usai mengikuti rapat anggota tahunan (RAT) ke 33 tahun buku 2022, KUD Soliamitra, Sabtu (29/7).
“Alhamdulillah meskipun kondisi ekonomi global pasca pandemi belum sepenuhnya pulih dan berdampak terhadap kegiatan usaha, namun kami sangat bersyukur karena disisi lain tahun ini aset kami meningkat cukup signifikan dari Rp 27,3 miliar naik menjadi Rp 28,7 miliar atau mengalami kenaikan sebesar Rp 1,4 miliar,” ujar Suhada.

Dikatakan Suhada, prospek pengembangan usaha Koperasi sebagai wadah usaha berbasis kerakyatan masih cukup menjanjikan oleh sebab itu pihaknya akan terus berupaya menggerakkan semua unit usaha di KUD Soliamitra guna meningkatkan kesejahteraan anggota.
“Kami tetap optimistis masa depan usaha koperasi akan kembali cerah seiring membaiknya kondisi ekonomi, kami akan terus berupaya menguatkan semua komponen pada yang berkaitan dengan unit usaha di Koperasi kami,” imbuhnya.
Sementara Wakil Ketua KUD Soliamitra, H. Hidayat mengatakan pihaknya akan berupaya menggenjot omzet semua unit usaha yang ada di KUD Soliamitra dengan mengoptimalkan tingkat partisipatif anggota dalam memanfaatkan fasilitas usaha niaga di unit minimarket yang menyediakan berbagai jenis kebutuhan rumah tangga.
“Jumlah anggota kami sekarang mencapai 3.400 orang, dan jika dalam sebulan satu anggota berbelanja di Minimarket senilai 300 ribu maka sudah dapat dipastikan omzet unit minimarket akan meningkat tajam, program itu yang sedang kami jalankan untuk meningkatkan omzet yang tentunya akan berdampak terhadap peningkatan laba usaha,” ujar Hidayat.
Sekretaris KUD Soliamitra, Rohman menegaskan perlu adanya upaya meningkatkan rasa memiliki bagi para anggota Koperasi yang notabene jumlahnya cukup banyak.
“Sekarang ini anggota yang belanja di koperasi baru menyentuh besaran Rp 65 ribu per bulan, itu masih sangat rendah dan perlu ditingkatkan lagi minimal menjadi Rp 300 ribu / anggota / bulan, sehingga omzet akan meningkat lima kali lipat dari omzet sekarang, ini bukan sesuatu yang sulit diterapkan dengan catatan harus diimbangi dengan tambahan fasilitas dan kemudahan yang akan meningkatkan daya tarik bagi anggota untuk meningkatkan belanjanya di Koperasi,” tutup Rohman. n Asti Ediawan








