Innalillahi….Dua Bocah Ditemukan Meninggal Dunia di Galian Proyek Tol Cijago

451

Limo | jurnaldepok.id

Fahmi (7) dan Fathir (4,5) warga  Kampung Poncol Jalan Istiqomqh RT 06/02, Kelurahan Limo, Kecamatan Limo sekitar pukul 07.00 WIB ditemukan dalam kondisi tak bernyawa akibat tenggelam di area galian tanah proyek Tol Cijago yang terisi genangsn air pasca hujan lebat Sabtu, (31/12).

Fahmi yang merupakan siswa kelas 1 SDN Limo 01 ditemukan oleh pamannya di dasar genangan air, sementara Fathir ditemukan oleh warga dalam posisi mengambang tak jauh dari lokasi penemuan jasad Fahmi, Minggu (01/01/23).

Saat dikonfirmasi jurnadepok.id, Ali yang merupakan ayah dari Fahmi, mengaku ikhlas atas musibah yang menimpa anaknya.

Namun, dirinya berharap hal serupa tidak lagi terjadi di masa mendatang.

“Kami sudah ikhlas mungkin ini sudah takdir dari Allah, dan saya sudah membuat surat pernyataan untuk tidak menuntut pihak tol karena selain saya juga merupakan salah satu pekerja di proyek ini. Pihak manajemen tol telah bersedia menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan dengan kami selaku korban,” ujar Ali kepada Jurnal Depok.

Usai melakukan konfirmasi dengan orang tua Fahmi, jurnaldepok.id  beranjak ke rumah Maman, orang tua Fathir.

Namun sayang upaya mendapatkan keterangan dari Maman gagal lantaran keluarga Maman sejak siang hari langsung memboyong jasad Fathir ke kampung halamannya di kawasan Ciseeng, Kabupaten Bogor.

“Dari siang keluarga Pak Maman sudah berangkat ke Ciseeng dan Fathir dimakamkan di Ciseeng,” kata salah satu tetangga kontrakan Maman.

Terpisah, Bowo selaku  perwakilan dari kontraktor proyek Tol Cijago, mengaku prihatin atas musibah yang menimpa dua orang bocah di area proyek konstruksi tol.

“Begini ceritanya, pada saat kejadian kami tidak dalam posisi melaksanakan pekerjaan alias pekerjaan sedang off, karena pada saat itu memang semua pekerja kami sedang libur dan tidak ada kegiatan pekerjaan,” jelasnya.

Selain itu, kata dia, di sekitar area lokasi proyek, pihaknya sudah memasang tulisan rambu peringatan dilarang masuk area proyek selain pekerja proyek.

“Namun begitu kami tidak lepas tangan begitu saja, dan kami sudah melakukan pertemuan dan bermusyawarah dengan keluarga korban sehingga masalah ini disepakati akan diselasaikan secara kekeluargaan,” papar Bowo kepada wartawan.

Sementara Lurah Limo, AA. Abdul Khoir berharap peristiwa ini dapat menjadi pelajaran dan peringatan bagi semua pihak baik warga maupun kontraktor pelaksana pembangunan tol.

“Kita ambil hikmahnya saja, saya mendengar kabar masalah ini akan  diselesaikan secara kekeluargaan, dan pihak keluarga korban sudah menandatangani pernyataan tidak bersedia autopsi dan disisi lain pihak kontraktor telah datang langsung ke rumah duka menemui keluarga korban. ,Mudah-mudahan peristiwa ini dapat menjadi pelajaran bagi kita semua,” tutup AA usai melayat ke rumah keluarga Fahmi. n Asti Ediawan

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here