Tak jadi Dibiayai Provinsi, Taman Hutan Kota Sabojong Digarap Menggunakan APBD Depok Senilai Rp 50 M

388
Wakil Wali Kota Depok didampingi Camat Sawangan& Camat Bojongsari saat meninjau lokasi pembangunan hutan taman kota

Bojongsari | jurnaldepok.id
Pemerintah Kota Depok mulai menggarap proyek Alun Alun atau Taman Hutan Kota Sawangan-Bojongsari (Sabojong). Hal ini ditandai dengan telah rampungnya Detail Engineering Design (DED).

“Alhamdulillah proses DED nya sudah selesai, kepala daerah sudah melihat dari progress DED ini dan perkembangan dari awal serta beberapa kali kami melakukan pertemuan, sehingga saat ini sudah selesai DED nya,” ujar Imam Budi Hartono, Wakil Wali Kota Depok, Senin (26/12).

Pernyataan Imam itu dikatakan saat meninjau lokasi Alun Alun Sabojong di kawasan Situ 7 Muara didampingi Camat Sawangan, Anwar Nasihin dan Camat Bojongsari, Rijal Farhan.

Untuk tahap awal, kata dia, pembangunan Alun Alun Sabojong dimulai dengan membangun taman dan jembatan yang melintang di atas Situ 7 Muara sepanjang 150 meter.

“Nanti ada jembatan gantung yang menghubungkan wilayah Sawangan-Bojongsari. Pembangunannya dibarengi dengan pembangunan taman-taman. Kami yakin di sini semakin ramai nantinya dan menjadi tempat tujuan wisata favorit,” paparnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, pembangunan Alun Alun Sabojong nantinya tidak dibiayai oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat, melainkan menggunakan APBD Depok.

“Kami tidak mengandalkan provinsi, melainkan dari Depok sendiri. Provinsi dari awal baru ngomong mau bantu, tapi belum dimasukan di dalam KUAPPAS 2023 enggak ada. Kan KUAPPAS 2023 provinsi baru bantu yang Masjid Margonda. Ya kami inginnya bertahap ke sini, namun kami ingin buru-buru agar masyarakat Sawangan-Bojongsari menikmati. Jadi, ya sudah pakai anggaran Depok saja, mudah-mudahan cukup anggarannya,” katanya.

Untuk membangun kawasan taman hutan kota di area seluas 1,2 hektar itu, pihaknya telah menganggarkan biaya Rp 50 miliar.

“Sudah dianggarkan Rp 50 miliar, mudah-mudahan cukup, kalau kurang akan dikerjakan bertahap,” terangnya.

Nantinya, kata Imam, akan ada beberapa fasilitas di antaranya taman bermain, jogging track dan jembatan gantung yang menjadi ikon serta balai pertemuan atau pendopo untuk pertemuan warga.

“Jembatan gantung itu tidak ada tapak di dalam situ, tapaknya berada di antar dua wilayah yakni Sawangan-Bojongsari, tidak ada tiang penyangga di tengah situ. Masalah kekuatan itu tentunya pekerjaan konsultan, mereka bertanggungjawab atas konstruksi jembatan tersebut. Kalau cuma 150 meter itu enggak terlalu panjang, kecuali 1 kilo meter, sekarang aja sudah ada tol laut kok, pasti itu pekerjaan mudah bagi orang teknik sipil,” katanya.

Sebelumnya, rencana Pemerintah Kota Depok untuk membangun Alun Alun Sawangan-Bojongsari (Sabojong) akan segera terwujud. Terlebih, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil didampingi Wali-Wakil Wali Kota Depok, Mohammad Idris-Imam Budi Hartono, telah meninjau langsung lokasi yang terletak di area Sawangan Golf.

“Untuk pembangunan alun alun memang ada anggaran tahunan, nanti bisa kombinasi. Tahun ini perencanaan dan tahun 2023 dibangun. Apakah dananya kombinasi seperti Dewi Sartika atau seperti apa, kan perencanaanya baru dimulai. Apakah dananya sedang atau tinggi,” katanya, Senin (14/02).

Namun begitu, pria yang akrab disapa Kang Emil berkomitmen untuk mewujdkan itu terlebih ruang publik simbolis ini harus juara dan merata di daerah lain.

“Kami juga menerima aspirasi dari Pak Wali, kalau timur sudah ada alun alun, wilayah barat juga perlu. Lokasinya juga istimewa karena nempel dengan Situ 7 Muara Bojongsari,” paparnya.

Kedepan, Emil akan kembali lagi (ke lokasi,red) dan berharap Bappeda mengajukan permohonan.

“Anggaran bisa dari provinsi atau gabungan dan tahun depan mulai kerja. Kami memiliki program strategis (anggaran tahunan,red). Anggaran dari Rp 15-30 miliar,” jelasnya. n Rahmat Tarmuji

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here