Terbaik Kedua di Indonesia, Laos Belajar Pengolahan Limbah Tinja ke Depok

253
Wali Kota Depok saat menyambut kedatangan delegasi negara Laos di UPTD IPLT Cilodong

Cilodong | jurnaldepok.id
Delegasi negara Laos melakukan kunjungan dalam rangka membangun kerjasama dibidang pengolahan limbah dan sanitasi.

Regional Director Indonesia FSMA, Budi Darmawan mengatakan, dipilihnya Kota Depok sebagai pusat study banding tak lain karena Depok salah satu dari lima kota yang terbaik dalam pengelolaan lumpur tinja dan sanitasinya.

“Kami berkunjung juga ke Jakarta, Bekasi dan Solo. Depok ini berada di posisi yang mumpuni, Depok enggak main-main (dalam penanganan limbah), ini memang pengelolaan yang terbaik di Indonesia,” ujar Budi kepada Jurnal Depok, Selasa (06/12).

Ia menambahkan, saat pihaknya melakukan persentasi ke PUPR dan Bappenas sudah disampaikan untuk membantu Depok karena memiliki pengelolaan limbah tinja yang bagus.

“Kami berharap kerjasama ini bisa berjalan mulai 2023 nanti. Laos di sini belajar mengenai pengelolaan limbah, tidak hanya teknis pengolahan tapi juga ada unsur alat, keuangan, ahli dan lain sebagainya,” paparnya.

Wali Kota Depok, Mohammad Idris saat menerima delegasi Laos mengatakan, pihaknya mendapat arahan dari Bapenas dan PUPR untuk menerima Laos menimba ilmu pengetahuan terkait pengelolaan limbah.

“Depok ini kota kedua terbaik setelah Bali dalam pengelolaan limbah dengan teknologi modern. Kalau Bali dibantu pemerintah pusat, sementara Depok bersumber dari APBD sehingga masih banyak kekurangan diantaranya alat penyaring sampah/residu dari mobil agar tidak masuk ke kolam. Dengan adanya alat itu nantinya air limbah akan lebih jernih lagi ketika keluar dari kolam ketiga,” tandasnya.

Dikatakannya, ada dua provinsi dan lima kota di Laos yang mengutus delegasinya untuk belajar ke Depok.

“Karena Depok sudah menggunakan teknologi modern, hasilnya pun dinilai Bappenas progresnya cukup baik. Kami akan terbuka terkait informasi serta kendala-kendala yang dihadapi, sehingga mereka bisa belajar dari Depok,” jelasnya.

Terkait retribusi untuk penyedotan septic tank rumah tangga, Idris mengatakan bahwa hal itu masih mengacu kepada peraturan daerah yang lama.

“Ke depan kami akan lakukan revisi perda nya, karena memang banyak sekali permintaan masyarakat untuk penyedotan septic tank,” terangnya.

Dalam kegiatan itu, delegasi Laos berkesempatan langsung meninjau kolam pengelolaan limbah di UPTD IPLT Cilodong didampingi Kepala Dinas PUPR, Kepala Bappeda, Kepala Dinkes serta Kepala DLHK. n Rahmat Tarmuji

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here