
Margonda | jurnaldepok.id
RZ, seorang bapak yang membunuh anaknya dan menganiaya istrinya berhasil ditangkap aparat Kepolisian Polres Metro Depok.
Berdasarkan informasi di lapangan, usai menghabisi anaknya pelaku RZ tidak melarikan diri akan tetapi dengan tenang duduk di depan rumah.
Kasat Reskrim Polres Metro Depok, AKBP Yogen Heroes Baruno, mengatakan, saat ini pelaku telah diamankan di Polres Metro Depok.

“Kami sudah amankan untuk pemeriksaan dan dimintai keterangan terkait motif pembunuhan yang dilakukan,” ujarnya, Selasa (02/11).
Yogen juga mengungkapkan kronologi penganiayaan ini bermula ketika salah seorang anggota keluarga korban mendengar jeritan histeris dari lantai dasar.
“Saksi yang berada di lantai dua rumah tersebut tak berani turun lantaran pelaku yang membabi buta,” paparnya.
Awalnya, kata dia, saksi yang ada di lantai dua rumah ini mendengar suara teriakan dari korban, kemudian saksi turun ke bawah menolong korban.
“Namun karena pelaku saat itu sedang melakukan penganiayaa, jadi saksi tidak berani turun,” katanya.
Lalu, sambungnya, ketika pelaku sudah keluar rumah, barulah saksi turun ke bawah untuk membantu korban.
“Saat pelaku sudah keluar (dari dalam rumah) baru saksi turun membantu korban ke rumah sakit. Anak pelaku wafat karena kehabisan darah usai menerima banyak sabetan senjata tajam di tubuhnya,” jelasnya.
Akibat sabetan parang tersebut, putri kandung pelaku mengalami luka bacokan di sekujur tubuh, hingga meninggal dunia kehabisan darah.
“Jadi kalau dilihat dari luka sadis ya, ada beberapa luka bacokan dan jari yang terputus, kami masih tunggu hasil visum dari rumah sakit,” ungkapnya.
Sementara sang istri yang kini dalam kondisi kritis, mengalami luka bacok pada bagian wajah dan sekujur tubuh.
“Istrinya luka di wajah dan badan ya, akibat parang, senjata tajam,” tuturnya.
Saksi Ungkap Kronologis Pembunuhan
KC, seorang siswa Sekolah Dasar ditemukan tewas sementara ibunya NI mengalami kritis di rumahnya di Cluster Pondok RW 08 Kelurahan Jatijajar, Kecamatan Tapos, Depok.
Berdasarkan informasi sebelum kejadian, pelaku yakni suaminya bertengkar dengan istrinya NI. Namun saat bertengkar, anak korban yang tewas berusaha melerai namun malah dipukuli hingga dibacok oleh pelaku menggunakan parang.
Anak korban NI tewas masih mengenakan seragam sekolah. Anehnya lagi, pelaku sempat minum kopi di teras rumahnya sementara parang yang digunakan diletakan di pagar rumah.
Kejadian ini terungkap saat seorang saksi yaitu Septi, adik kandung pelaku mendatangi Edi Kusnadi, Ketua RT 03 RW 08. Saksi memberitahukan bahwa ada peristiwa pembunuhan di tempat saudaranya.
Ketua RT 03/RW 08 kemudian mengecek lokasi dan menemukan dua korban bersimbah darah di ruang tamu. Kejadian langsung dilaporkan ke polisi di Pospol Jatijajar.
Di lokasi sama, Lidya, tetangga korban mengatakan di rumah tersebut memang kerap terdengar ribut-ribut antar suami istri.
“Sering, sering banget berantem. Cuma kami pikir enggak akan sampai seperti ini. Subuh tadi pun terdengar ribut-ribut lagi dari rumah itu,” ujarnya, Selasa (02/11).
Diduga, terdengar suara histeris dari dalam rumah tersebut.
“Kami sudah tahu ada yang enggak beres, pas kami cek ternyata anaknya yang pertama sudah meninggal. Kalau anaknya yang paling kecil kayanya enggak apa-apa. Iya anaknya meninggal, ibunya katanya kritis mendapatkan perawatan di salah satu Rumah Sakit,” tambahnya. n Aji Hendro








