Ditempa di Pondok Pesantren, Santri Harus jadi Pelaku Politik untuk Memimpin Negeri

146
Para santri saat mengikuti upacara peringatan Hari Santri Nasional di Halaman Balaikota Depok

Margonda | jurnaldepok.id
Peringatan Hari Santri Nasional 2022 menjadi perhatian khusus Wali Kota Depok, Mohammad Idris. Ia mengungkapkan, hendaknya jangan jadikan santri sebagai alat politik, santri harusnya menjadi pelaku politik dan menjadi pemimpin negara.

“Santri jangan dijadikan alat politik, saya katakan begitu. Tapi santri harus jadi pelaku politik,” ujarnya usai acara nonton bareng film Jejak 2 Ulama di D’Mall Depok, Sabtu (22/10).

Ia menambahkan, pondok pesantren adalah tempat untuk menempa para santri. Sehingga nantinya mereka bisa menjadi pemimpin negara.

Ditegaskan Idris, santri harus ditempa untuk menjadi pemimpin yang bisa memberikan kontribusi dalam kehidupan bangsa.

“Sehingga santri diminta jangan dijadikan untuk mainan. Jadi, memang pondok pesantren itu tepat menempa para santri untuk menjadi pemimpin-pemimpin bangsa dan negara, bukan untuk dijadikan mainan. Mereka ditempatkan untuk jadi pemimpin yang bisa memberikan kontribusniya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” paparnya.

Dalam peringatan Hari Santri Nasional, Idris mengatakan, inti daripada hari santri ini dijadikan oleh Presiden sebagai hari nasional itu diantaranya adalah untuk mengangkat peran aktif para santri dalam membangun sebuah bangsa.

“Ini mengajak seluruh komponen untuk membela negara, bangsa dari segala bentuk penjajahan, seperti itu intinya,” katanya.

Wakil Wali Kota Depok, Imam Budi Hartono menegaskan, ada banyak sosok santri yang ternyata sukses dalam dunia politik. Salah satunya Wali Kota Depok, Mohammad Idris yang merupakan mantan santri.

“Ini perlu dibanggakan oleh para santri di Indonesia, dan santri-santri yang ada di Kota Depok untuk bisa mencontoh. Jadi banyak sekali para pemimpin bangsa ini yang sudah menjadi santri, maka beliau (Wali Kota Depok) bilang, ayo jangan jadi alat politik, jadilah aktor politik di dalam membangun Indonesia,” tandasnya.

Imam menilai, momen Hari Santri tidak terbatas untuk kalangan santri atau pesantren saja.

“Tapi untuk semua kalangan dan seluruh bangsa Indonesia. Hari Santri perlu diperingati sebagai momentum untuk mengingat, mengenang, dan meneladani perjuangan kaum santri dalam menegakkan kemerdekaan Indonesia dan semangat membangun negeri tentunya pada saat sekarang,” katanya.

Ia menambahkan, Kota Depok sebagai kota religi sesuai dengan visi dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) serta sebagai kota niaga dan jasa yang religius dan berwawasan lingkungan, banyak pesantren yang tersebar hampir di seluruh 11 kecamatan di Kota Depok semakin barokah dan sejahtera.

“Di Bogor ada Gunung Putri, Pergi mengaji di pagi hari. Mari bangun negri bersama santri. Semoga negeri semakin diberkahi,” pungkasnya. n Aji Hendro

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here