
Cilodong | jurnaldepok.id
Akibat turap Kali Setamu atau Centeng jebol, sekitar delapan rumah di RT 02/06 Kampung Bendungan, Kelurahan Cilodong, kebanjiran.
Salah satu warga, Wiwid mengatakan, peristiwa itu terjadi akibat hujan lebat pada, Minggu (28/8) sekitar pukul 17.00 WIB. Alhasil, debit air Kali Centeng tinggi dan mengakibatkan turap jebol.
“Saat jam 17.00-an sudah masuk air, langsung masuk ke dalam, ketinggian setengah lutut. Turap benar-benar jebol,” ujarnya, kemarin.

Wiwit mengatakan, daerah rumahnya sudah kerap banjir. Meski demikian, lantaran ada turap yang jebol, air yang meluap pun semakin parah.
“Selama tinggal di sini dari tahun 2003 itu dua tahun sekarang ini terus masuk (air), setiap hujan pasti masuk, kami kan capek untuk bersihin, perabotan pada hancur,” katanya.
Ketua RW 06, Asep Gumelar mengatakan, musibah itu terjadi saat Kota Depok sedang diguyur hujan deras dari sore hingga malam.
“Kejadiannya turap jebol sekitar habis maghrib. Itu air meluap, kalau ini (turap) tidak roboh mungkin aman, karena ini roboh jadi meluap ke rumah-rumah warga. Delapan rumah yang terdampak, di RT 001 ada dua dan RT 002 ada enam,” ungkapnya.
Asep menduga, turap sepanjang 100 meter itu jebol lantaran tak kuat menampung debit air yang tinggi.
“Turap yang jebol sekitar 100 meteran. Itu air sampai masuk ke rumah dengan ketinggian sekitar 30 sentimeter,” katanya.
Lurah Cilodong, Herry Wibowo Dwinanto mengatakan, banjir disebabkan turap yang jebol sepanjang kurang lebih 15 meter.
“Kejadiannya kemarin sore saat hujan besar. Enam rumah (terdampak), yang paling parah ada di sana (di barat kali). Di sisi sebelah utara juga masuk tapi tidak terlalu tinggi,” terangnya.
Pihak PUPR, kata dia, telah membuat turap sementara untuk meminimalisir jika ada hujan lagi.
“Mudah-mudahan enggak ada banjir lagi ya, jadi sudah kami siapkan,”katanya.
Herry mengatakan, jebolnya turap lantaran arus Kali Stamu yang deras sehingga tanggul tak kuat menahan debit air.
“Kami akan mengusahakan normalisasi kali, untuk normalisasi akan lebih cepat penanggulangannya mengeruk. Kami koordinasi dengan pihak-pihak dinas terkait,” tukasnya.
Herry menjelaskan, daerah Kampung Bendungan RT 02 RW 06 memang kerap banjir. Ia pun mengimbau warga menjaga kebersihan.
“Banjir sering terjadi di aliran kali ini, seperti yang kita lihat masih banyak sampah. Imbauan saya mudah-mudahan warga lebih sadar tidak membuang sampah ke saluran air, jadi untuk meminimalisir kejadian serupa,” pungkasnya. n Aji Hendro








