Polemik Kadin Beres! Pengurus Siapkan Agenda Muskot untuk Memilih Ketua Baru

193
Pengurus Kadin Kota Depok foto bersama usai menggelar pertemuan.

Margonda | jurnaldepok.id
Polemik Kepengurusan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Depok dinyatakan clear atau selesai. Selanjutnya akan dilakukan persiapan Musyawarah Kota (muskot).

Ketua Kadin Kota Depok, Miftah Sunandar kepada wartawan mengatakan, pihaknya melakukan konsolidasi bersama sekaligus meluruskan polemik terkait penunjukan pelaksana tugas (Plt) yang sempat mencuat.

Dalam rapat pleno pengurus memutuskan mencabut rekomendasi penunjukan Edmond Johan sebagai Plt. Ketua Kadin Depok. Dengan demikian, kepengurusan yang sah tetap merujuk pada Surat Keputusan (SK) periode 2021–2026. Miftah mengatakan, urutan pertama dirinya menjadi pengurus KNPI Jawa Barat.

“Saya enggak mau dibilang ambisi jabatan, nanti jika saya menjadi dan dilantik jadi pengurus Kadin di Jawa Barat maka akan ada rapat pleno lagi. Dalam rapat pleno tersebut pengurus Kadin apakah mau menunjuk ketua Plt Kadin atau melaksanakan Muskot. Ini saya sampaikan salah ya salah, benar ya benar tidak saya kurang-kurangi,” ujarnya.

Kemudian, lanjutnya, diberikan Surat Rekomendasi kepada Edmon Johan selaku Plt Ketua Kadin Depok. Dari November 2025 masalah Kadin dinilai kondusif dan tidak kendala. Namun di Februari 2026 dia mendapatkan laporan dari para pengurus Kadin adanya perubahan struktur kepengurusan yang dilakukan oleh Plt Kadin Edmon Johan.

“Saya mendapatkan informasi kabar dari seluruh pengurus kalau ada terjadinya struktur kepengurusan Kadin Depok dirubah, digantilah bahkan dikeluarkan,” tukasnya.

Semestinya, kata dia, Edmon tak ada SK Plt belum boleh melakukan perubahan kepengurusan Kadin Depok.

“Kan itulah persoalannya, jika beliau sudah ada SKnya dari Kadin Jawa Barat ya silakan saja semuanya diganti, lah ini SKnya saja belum ada dari Kadin Jawa Barat, Clear ya,” ungkapnya.

Kemudian pengurus Kadin melakukan rapat pleno Kadin Depok untuk mencabut rekomendasi Edmon Johan sebagai Plt Ketua Kadin Depok atas koordinasi Kadin Jawa Barat.

Miftah menambahkan kesimpulannya adalah bahwa rekomendasi per 25 Februari 2026 hasil rapat mencabut rekomendasi Plt Kadin Depok.

“Dan kembali ke SK yang lama, dimana SK tersebut belum dicabut. Jika SKnya sudah dicabut maka dirinya tidak berhak menjadi ketua Kadin Depok,” jelasnya.

Dimana SK tersebut bahwa dirinya sebagai Ketua Kadin Depok hingga September 2026.

“Saya enggak ada masalah dengan beliau, dia guru saya, saya hormat sama Bang Edmon, dia guru saya. Kadin ini jangan sampai berantakan, dan saya siap mengembalikan kejayaan Kadin Depok kedepannya. Siapapun yang akan terpilih menjadi ketua Kadin melalui Muskot Kadin 2026,” katanya.

Makanya ia menilai yang lebih fair maka akan dipercepat Muskot Kadin.

“Siapa saja bisa mencalonkan Bang Sonar, Efrizal, Andi, Rudi yang lainnya, termasuk sahabat saya Edmon juga bisa mencalonkan, silakan sesuai dengan aturan yang berlaku,” bebernya.

Dirinya tidak ada kepentingan pribadi, dikarenakan sudah tidak bisa lagi mencalonkan sebagai ketua Kadin Depok.

“Marilah kita duduk bersama-sama untuk membangun Kadin Depok kedepannya,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here