

Cipayung | jurnaldepok.id
Sebuah kios yang dijadikan usaha gerai Gadai di Jalan Raya Cipayung disatroni maling. Beruntung pencurian di kios tersebut dapat digagalkan saat polisi datang di lokasi. Sempat terjadi kejar-kejaran antara pencuri dengan polisi. Videonya pun viral di media sosial.
Polisi datang ke lokasi setelah menerima laporan adanya percobaan pencurian. Dalam video yang beredar terlihat polisi melakukan penyisiran di area dalam ruko gerai gadai. Pengejaran dilakukan hingga ke bagian atap, dan didapati ada kerusakan di dalam kios gerai gadai.
Dinarasikan bahwa mulanya, Tim Patroli tengah bersiaga di Jalan Raya Cipayung. Kemudian, warga meminta pertolongan. Pelaku terlihat masuk ke toko melalui rekaman CCTV. Kemudian, ketika polisi datang, pelaku telah melarikan diri diduga melalui atap karena bagian gembok gerbang masih utuh.
Ketika dimintai konfirmasi, Kasi Humas Polres Metro Depok, AKP Made Budi mengatakan korban memantau pelaku melalui CCTV. Saat itu, korban tidak berani untuk masuk sendiri. Saat masuk ke toko tersebut, pelaku belum sempat mencuri barang-barang. Kerugian hanya pada kerusakan bagian atap toko karena dijebol.
“Sementara hanya plafon dan atap asbes jebol, barang berharga masih aman tersimpan dalam brankas,” katanya Made.
Pencurian serupa juga terjadi di sebuah rumah warga di Jalan H. Tholib, RT 03/RW 04, Kelurahan Bedahan, Kecamatan Sawangan, Kota Depok dibobol maling.
Pemilik rumah Nanang, mengatakan peristiwan pencurian diketahui saat dia bersama keluarganya pulang dari kegiatan buka bersama. Sepulang dari acara, ia mendapati seisi kamarnya berantakan.
“Kami bersama kedua anak perempuan keluar rumah sekitar pukul 15.00 WIB untuk ke rumah orang tua buat berbuka puasa. Pada saat istri baru pulang kerja sekitar pukul 20.00 WIB melihat seisi kamar sudah berantakan disatroni maling,” katanya.
Menurut Nanang, pelaku masuk lewat jendela kamar anak di bagian tengah. Teralis besi rumahnya rusak bekas congkelan. Melihat kerusakan pada pintu dan jendela di masing-masing kamar ada tiga kamar pelaku mempergunakan seperti besi linggis besar untuk mencongkel. n Aji Hendro








