HeadlinePeristiwa

Sepeda Motor Remuk Dihajar Commuterline, Begini Nasib Pengendaranya

Cipayung | jurnaldepok.id
Satu unit sepeda motor rusak berat sementara pengendaranya selamat usai mengalami tabrakan dengan rangkaian commuterline di pintu perlintasan Gang Satiiri Kelurahan Ratujaya, Kecamatan Cipayung.

Kapolsek Pancoran Mas, Kompol Triharijadi kepada wartawan mengatakan, kejadian berawal saat korban menyeberang palang pintu di Gang Satiri.

“Saat mau melintas dari dalam Gang Satiri Ratu Jaya, lihat ke kiri tiba-tiba datang rangkaian Commuterline arah Bogor, lalu korban lompat,” katanya.

Tri mengatakan, korban selamat karena loncat dari motor sebelum tertabrak. Namun motor korban terseret hingga 150 meter dari pintu lintasan dan menyebabkan rangkaian terhenti untuk mengevakuasi motor tersebut.

Sementara itu, Manager External Relations and Corporate Image Care KAI Commuter, Leza Arlan mengatakan KAI Commuter memohon maaf atas kelambatan perjalanan Commuter Line Bogor-Jakarta.

Kelambatan perjalanan tersebut imbas tertempernya Commuter Line No.1102B relasi Depok – Bogor oleh sepeda motor pada perlintasan tidak resmi tepatnya pada petak jalan Depok – Citayam Km 34+9/0.

“Petugas kita telah berhasil mengevakuasi sepeda motor tersebut. Dari hasil pemeriksaan rangkaian, Commuter Line No.1102B dinyatakan aman untuk melanjutkan kembali perjalanannya,” paparnya.

Pada proses evakuasi tersebut memakan waktu karena sepeda motor yang menyangkut pada bagian bawah KRL berimbas pada kelambatan perjalanan Commuter Line No.1112C relasi Depok – Bogor Selama 19 Menit dan perjalanan Commuter Line No.1104B relasi Depok-Bogor selama 22 menit.

KAI Commuter juga mengajak kepada pengguna jalan raya agar meningkatkan kedisiplinan berlalu lintas sehingga tidak terjadi hal yang sama.

“Pengemudi wajib berhenti ketika sinyal sudah berbunyi dan palang pintu KA sudah mulai ditutup, serta wajib mendahulukan kereta api sesuai dengan UU Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian dan UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ),” pungkasnya. n Aji Hendro

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button