HeadlinePemerintahan

Masuk ke Wilayah Depok, DKP3 Awasi Ketat Hewan Kurban dari PMK dan LSD

Margonda | jurnaldepok.id
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Depok, Widyati Riyandani mengatakan, pihaknya telah menyiapkan berbagai langkah pengawasan untuk memastikan pelaksanaan kurban berjalan dengan baik dan aman.

“Berbagai persiapan kami lakukan demi mencegah penyebaran penyakit pada hewan kurban dan menjamin keamanan pangan khususnya daging kurban yang didistribusikan di Kota Depok,” katanya.

Dia menambahkan, sebagai upaya pertama, DKP3 Kota Depok telah mengeluarkan Surat Edaran No. 451/354-Huk/DKP3 yang mengatur pelaksanaan kurban dan pemotongan hewan kurban. Edaran ini juga menyoroti pencegahan penyebaran Penyakit Kulit Berbenjol (Lumpy Skin Disease atau LSD) dan kewaspadaan terhadap Penyakit Peste des Petits Ruminants (PPR).

“DKP3 Kota Depok juga aktif menindaklanjuti Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 17 Tahun 2023, yang mengatur tata cara pengawasan lalu lintas hewan dan produk hewan di seluruh wilayah Indonesia,” ujarnya.

Sosialisasi ini, kata dia, bertujuan untuk memastikan bahwa semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kurban memahami dan mematuhi regulasi yang ada.

“Sosialisasi akan dilakukan ini pada 29 Mei 2024 mendatang,” paparnya.

Widyati menambahkan, untuk menjaga kesehatan hewan kurban, DKP3 Kota Depok telah melakukan vaksinasi hewan ternak di Unit Usaha Peternakan Kota Depok. Vaksinasi ini mencakup Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta Lumpy Skin Disease (LSD), yang keduanya dapat berdampak serius pada kesehatan hewan ternak.

Selain itu, DKP3 telah memperkuat koordinasi dengan seluruh kecamatan dan kelurahan di Kota Depok terkait pelaksanaan Surat Edaran No. 451/354-Huk/DKP3.

“Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa informasi dan regulasi terkait pelaksanaan kurban sampai ke seluruh lapisan masyarakat,” terangnya.

Tidak hanya itu, DKP3 juga melakukan sosialisasi tentang penyelenggaraan kurban bagi Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) dan panitia kurban.

“Sosialisasi ini penting agar para penyelenggara kurban memahami prosedur yang benar dalam pengelolaan hewan kurban dan pemotongannya. Ini juga akan kami lakukan pada 30 Mei 2024 nanti,” katanya.

Widyati mengatakan, untuk memastikan hewan kurban sehat dan layak, DKP3 bekerja sama dengan mahasiswa Program Pendidikan Profesi Dokter Hewan (PPDH) Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis (SKHB) – Institut Pertanian Bogor (IPB) dan dokter hewan dari Kementerian Pertanian (Kementan) RI untuk melakukan pemeriksaan kesehatan hewan di lapak penjualan hewan kurban dan tempat pemotongan.

“Pemeriksaan ini penting untuk mendeteksi dini adanya penyakit dan memastikan hanya hewan yang sehat yang dipotong untuk kurban. Giat ini akan dilalukan 10 hari menjelang hari raya dan 3 hari tasyrik nanti,”katanya.

Lebih lanjut ia mengatakan, dengan berbagai persiapan ini, DKP3 Kota Depok berharap pelaksanaan kurban pada Hari Raya Idul Adha tahun ini dapat berjalan lancar dan aman, serta terhindar dari penyebaran penyakit hewan.

“Sangat penting agar terus menjalin kerjasama dari semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat, untuk menyukseskan pelaksanaan kurban di Kota Depok,” pungkasnya. n Aji Hendro

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button