HeadlinePemerintahan

Harga Beras Makin Mahal Wali Kota Depok Turun Tangan, Langsung Gelar Operasi Pasar

Cilodong | jurnaldepok.id
Wali Kota Depok, Mohammad Idris turun tangan untuk mengatasi harga beras yang semakin hari semakin tinggi. Dirinya mengaku telah mengambil beberapa langkah agar harga pangan terutama beras tetap terjangkau jelang bulan Ramadhan.

“Kami sudah instruksikan dinas terkait untuk segera melakukan operasi pasar (khusus beras,red) di 11 kecamatan, kini sedang berjalan. Kami juga telah mengecek pasokan di Bulog yang selama ini terjalin kerjasama yang baik,” ujar Idris kepada Jurnal Depok, kemarin.

Tak hanya dengan Bulog, Idris juga akan memulai kerjasama dengan daerah-daerah yang surplus terhadap pasokan beras.

“Pasokan memang aman, hanya saja daya beli masyarakat yang kurang. Mungkin ada hikmahnya dari sisi kesehatan mengurangi karbohidrat, sehingga makanannya bisa diganti dengan ubi dan lainnya,” paparnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, pemerintah akan mengikuti arahan dari Kementerian terkait regulasi pengadaan pasar murah.

“Sebab Bulog juga dibatasi untuk penyaluran ke daerah, jangan sampai ada daerah-daerah yang memborong beras sementara daerah lain tidak kebagian. Yang surplus saat ini kan Karawang, kami akan jajaki. Kalau stok aman, hanya daya belinya yang kurang,” katanya.

Sementara itu Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Depok menepis adanya isu yang beredar di publik mengenai stok beras di pasar tradisional kosong. Stok beras di pasaran tetap ada meski mengalami kenaikan di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

“Beras premium dan medium di pasar tradisional tidak kosong, tersedia, tetapi memang harganya di atas HET,” tandas Sony Hendro, Kepala Bidang Perdagangan Disdagin Kota Depok.

Ia menambahkan, naiknya harga beras disebabkan karena produsen gabah yang juga menaikkan harga jual. Permasalahan ini, lanjutnya, kerap dibahas setiap rapat koordinasi nasional (rakornas) pengendalian infasi daerah tingkat nasional.

“Untuk beras premium HET-nya Rp13.900 per kilogram (kg), tetapi pedagang pasar jualnya Rp15 ribu-16 ribu per kg. Mereka tidak terikat dengan aturan pemerintah yang harus menjual sesuai HET,” katanya.

Sedangkan di pasar swalayan, Sony menuturkan, stok beras di Alfamart dan Indomaret mengalami penurunan. Di supermarket, beras premium dan medium sudah mulai tersedia kembali.
“Kalau di Alfamart dan Indomaret ada tapi sekali pengiriman memang hanya 10 kantong dari distributornya yang terletak di luar Depok. Tetapi Tiptop, Hypermarket, Transmart sudah ada pengiriman beras sejak Senin lalu. Di pasar swalayan harganya sesuai HET, beras medium Rp 54.500/5kg atau Rp10.900/kg, beras premium Rp69.000/5kg,” tukasnya.

Melonjaknya harga beras pada dua pekan terakhir dirasakan sangat memberatkan warga, terlebih kenaikan harga beras juga diikuti oleh sejumlah harga komoditas pangan lain seperti sayur mayur dan rempah.

“Harga beras kualitas kurang bagus sudah mencapai Rp 15 hingga 16 sekilo sedang untuk beras kualitas sedang dan bagus harganya sudah tembus Rp 18 ribu sekilo, belum lagi sejumlah kebutuhan pokok lain seperti telur, daging ayam, dan sayur mayur juga cabe ikut ikutan naik, ini sangat memberatkan kami para ibu rumah tangga,” ungkap Rosanih salah satu ibu rumah dikawasan Kampung Parung Bingung, Kelurahan Rangkapan Jaya Baru (RJB), Kecamatan Pancoran Mas. n Rahmat Tarmuji

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button