HeadlineKHUTBAH JUMAT

Khutbah Jumat: Bersiap Menyambut Ramadhan

Oleh: KH Syamsul Yakin
Anggota Dewan Pakar Ikadi Pusat

Bersiap menyambut Ramadhan dapat dilakukan dengan dua cara. Pertama, bersiap secara lahir. Kedua, bersiap secara batin. Keduanya sangat penting. Karena Ramadhan memang menyasar kedua dimensi itu.

Untuk persiapan yang pertama, kita bersiap mempelajari ilmu terkait Ramadhan. Tentang hukum dan tata cara puasa, ulama sudah menulis kitab yang simpel. Misalnya Matan Taqrib karya Syaikh Abu Syuja’ dan Safinatun Najaa karya Syaikh Salim Sumair.

Kendati tipis, kedua kitab ini cukup memadai untuk sekadar jadi bekal menyambut Ramadhan dan berpuasa.

Di dalamnya, pembaca disuguhi tentang syarat wajib puasa, rukun puasa, berbagai perkara yang membatalkan puasa. Termasuk hal-hal yang disunahkan, diharamkan, dan dihukumi makruh. Kitab ini berbjcara juga soal qadha dan kafarat puasa.

Selain bersiap mempelajari fikih puasa Ramadhan, kita juga perlu menjaga kesehatan. Sebab puasa pada level tertentu mengandalkan fisik yang sehat dan kuat.

Untuk persiapan yang kedua, kita harus mengkondisikan batin kita untuk bergembira menyambut Ramadhan. Hingar-bingar politik di negeri ini harus disesuaikan frekuensinya agar tak meluruh kegembiraan kita.

Tingginya bahan makanan dan kebutuhan primer lainnya tak perlu menyurutkan semangat menyambut bulan seribu bulan yang dipenuhi keberkahan. Batin kita harus bahagia. Sebab Ramadhan datang untuk mengobati hati yang terluka.

Secara sosio-politik, Ramadhan adalah bulan rekonsiliasi. Saatnya kita menyambut titah Allah untuk berpuasa, “Wahai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa” (QS. al-Baqarah/2: 183).

Jika seisi penduduk negeri ini beriman dan bertakwa, maka pasti Allah akan berikan keberkahan. Allah janjikan hal itu, “Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi” (QS. al-A’raf/7: 96).

Mari bersiap menyambut puasa dengan riang gembira. Syaikh Utsman al-Khubawi dalam kitab Durratun Nashihin mengutip hadits Nabi, “Barangsiapa bergembira dengan datangnya bulan Ramadhan, maka Allah akan mengharamkan jasadnya masuk neraka”.

Mari bersiap menyambut Ramadhan, lahir dan batin.*

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button