HeadlinePemerintahan

Sampah APK Pemilu Capai Enam Ton, Wakil Wali Kota Dukung Gerakan Penanganan Sampah Produktif

Margonda | jurnaldepok.id
Kepala Bidang Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok, Ardan Kurniawan mengatakan, sampah alat peraga kampanye (APK) yang telah ditertibkan jumlahnya mencapai enam ton.

Ardan mengatakan, sampah APK dari hasil penertiban se Depok tidak dibuang ke TPA namun dikelola oleh bank sampah induk. Kini, sampah APK itu dikelola oleh bank sampah induk yang ada di Kota Depok.

Sementara itu Wakil Wali Kota Depok, Imam Budi Hartono mendukung gerakan penanganan sampah produktif di wilayahnya.

Hal tersebut dilakukan untuk mengurangi volume sampah plastik yang kian hari semakin tak terkendali jumlah.

“Dari data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) tahun 2023, jumlah limbah sampah plastik di Indonesia mencapai 12,87 ton per tahun,” paparnya.

Melihat data tersebut, kata Imam, perlu adanya gerakan penanganan sampah khususnya di wilayah Kota Depok.

“Gerakan penanganan sampah atau menangani sampah plastik dengan cara produktif ini juga sesuatu yang harus kita sambut bersama,” katanya.

Dia meminta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) bergerak dalam menyukseskan gerakan penanganan sampah produktif. Gerakan penanganan sampah produktif ini juga perlu melibatkan berbagai elemen masyarakat agar dapat diwujudkan.

“Gerakan ini bisa disambut oleh warga, PKK dan komunitas, sehingga menjadi penting untuk bisa sukses. Saat ini, komunitas peduli sampah di Kota Depok dapat mengelola sekitar lima ton sampah plastik per hari,” jelasnya.

Meski belum maksimal, jika sampah anorganik dikelola dengan baik maka dapat mengurangi sekitar 40 persen dari total limbah sampah yang ada.

“60 persen sampah organiknya bisa diberikan untuk komunitas yang bisa membuat jadi pupuk juga bisa membuat pakan maggot,” pungkasnya. n Aji Hendro

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button