HeadlinePemilu

Money Politik Gila-gilaan, Pemilu 2024 Dinilai Politisi Gerindra Kurang Bermartabat

Limo | jurnaldepok.id
Meskipun perhelatan Pemilu berjalan damai, lancar dan kondusif, namun pada proses pelaksanaannya masih menyisakan sejumlah catatan yang seharusnya ditindak lanjuti oleh jajaran Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Demikian diungkapkan calon anggota legislatif (Caleg) nomor urut 1 Partai Gerindra daerah pemilihan (Dapil) Beji – Cinere – Limo (BCL), H. Mohamad HB, kepada Jurnal Depok, kemarin.

“Kami melihat banyak sekali pelanggaran yang terjadi pada proses pemilihan umum tahun ini terutama soal praktik money politik dan itu sudah viral di medsos tapi sayangnya tidak ada penindakan yang dilakukan oleh Bawaslu selaku pihak yang seharusnya dapat mencegah terjadinya pelanggaran tersebut,” ujar H. Mohamad kepada Jurnal Depok, kemarin.

Dia menilai pelaksanaan proses pemilihan umum tahun ini banyak sekali meninggal catatan merah yang seharusnya tidak terjadi jika jajaran pengawas pemilu dapat menjalankan tugas secara profesional.

“Sudah menjadi rahasia umum banyak praktik money politik yang mewarnai pemilu tahun ini bahkan itu sudah terekspos di medsos dan tim kami mendapatkan banyak bukti terkait indikasi terjadinya politik uang menjelang beberapa hari pelaksanaan pencoblosan, tapi saya tidak melihat ada penindakan yang berarti dari Bawaslu kepada pihak pihak yang melakukan praktik money politik,” imbuhnya.

Dikatakannya, sebagai institusi yang ditugaskan untuk mengawasi proses pelaksanaan pemilu, Bawaslu seharusnya dapat mengantisipasi secara dini potensi pelanggaran yang bakal terjadi dan berupaya untuk mencegah agar pelanggaran itu tidak terjadi dan bukan hanya menunggu laporan atau pengaduan dari masyarakat.

“Harusnya Bawaslu lebih sigap mengantisipasi dan menindak lanjuti informasi yang muncul pada saat menjelang hari pencoblosan, tapi kami tidak melihat itu sehingga tidak berlebihan jika kami menilai kinerja Bawaslu kurang greget,” tandasnya.

Dia berharap banyaknya catatan buruk pada pelaksanaan pemilu kali ini dapat menjadi catatan penting dan pelajaran berharga bagi semua pihak baik Bawaslu selaku lembaga yang ditugaskan untuk mengawasi proses pelaksanaan pemilu maupun masyarakat yang menjadi objek praktik money politik.

Dia menambahkan, tanpa berniat untuk menyudutkan pihak manapun juga, namun dia menegaskan bahwa praktik politik uang terjadi di berbagai wilayah termasuk wilayah Kecamatan Limo dan Cinere.

“Kalau untuk pribadi saya, insha Allah dengan raihan suara yang saya dapatkan masih bisa menghantarkan saya kembali melenggang ke Gedung Parlemen di GDC , tapi jujur saya merasa sangat tidak puas dengan kondisi pelaksanaan pemilu yang banyak diwarnai politik uang karena praktik tersebut sangat merusak marwah pemilu yang seharusnya berlangsung secara jujur, adil, langsung, umum bebas dan rahasia,” imbuhnya.

Diapun berharap catatan merah pada pemilu tahun 2024 tidak terjadi lagi pada pelaksanaan pesta demokrasi dimasa mendatang dan dia juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mudah tergiur dengan iming iming berbentuk materi dari para peserta pemilu karena selain melanggar aturan dan etika, hal itu juga jelas akan merusak nilai demokrasi. n Asti Ediawan

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button