HeadlinePilkada

Hasbullah Beri Sinyal Ogah Nyalon, Diprediksi Hanya PKS Yang Punya Tiket Usung Wali Kota Depok

Kota Kembang | jurnaldepok.id
Politisi Partai Amanat Nasional (PAN), HM Hasbullah Rahmad mengungkapkan, dirimya bakal realistis untuk maju atau tidaknya di perhelatan Pilkada Kota Depok pada, November mendatang.

“Depok ini sangat unik baik dari kebhinekaan maupun prularisme, masyarakatnya unik tapi kita guyub dan enggak pernah ada cerita di Depok ini terjadi konflik social. Ini harus dijaga kebhinekaan Kota Depok, bahwa ada proses politik seperti pileg, pilpres maupun pilkada kita ikuti secara normative tanpa harus merusak tatanan persatuan dan kesatuan yang dibangun oleh leluhur kita dari dulu hingga sekarang,” ujar Hasbullah kepada Jurnal Depok, beberapa waktu lalu.

Ia mengatakan, untuk maju di pilkada Depok harus objektif dan melihat beberapa indicator salah satunya survei. Ia pun memberi sinyal ogah mencalonkan diri sebagai Wali Kota Depok (D1)

“Jangan mengikuti nafsu dan ambisi, tapi tidak sesuai fakta. Pasca pemilu ini kita akan survei, lihat siapa yang memiliki kompetensi. Buat saya, punya tanggungjawab di Kota depok tidak harus menjadi wali kota. Tapi tanggungjawab kita ini sebagai tempat tinggal, dimana pun bisa berkarya,” paparnya.

Sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI mengeluarkan jadwal tahapan pemilihan Gubernur/Wakil Gubernur, Bupati/Wakil Bupati dan Wali Kota/Wakil Wali Kota yang akan digelar serentak pada, Rabu 27 November 2024.

“Iya, KPU RI sudah mengeluarkan tahapannya. Untuk sementara di tanggal 27 November 2024. Tapi misalkan keluar Perpu lagi bisa saja disepakati di September, itu sudah dikonsultasikan” kata Willi Sumarlin, Ketua KPU Kota Depok, bulan lalu.

Ia menambahkan, penyelenggaraan Pilkada serentak yang akan digelar pada November nanti berdasarkan aturan PKPU.

“Memang saat ini tahapannnya masih beririsan dengan pelaksanaan pemilu 14 Februari nanti dan kami masih fokus di situ. Tapi, setelah pemilu dilaksanakan tahapan (pilkada,red) akan kami jalankan secara maksimal,” paparnya.

Sementara itu, jelang Pilkada Kota Depok beberapa nama mulai bermunculan. Sebut saja nama Sekretaris Daerah Kota Depok, Supian Suri. Meski terbilang pendatang baru di dunia politik, namuan nama Supian menjadi salah satu kandidat kuat untuk menjadi Wali Kota Depok periode 2024-2029.

Bahkan, nama SS juga sempat muncul di pemilihan raya (Pemira) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Depok beberapa waktu lalu.

Tak hanya di PKS, beberapa partai politik seperti PPP, PDI Perjuangan hingga PAN, juga telah menyatakan kesiapannya untuk mengusung pria yang akrab disapa SS tersebut. Tak heran, jika baliho dukungan SS pun yang berasal dari relawan mulai menjamur di wilayah Depok.

Selain SS, beberapa nama juga mencuat sebagai kandidat Wali Kota Depok seperti Ketua DPD PKS, Imam Budi Hartono; Ketua DPC Partai Gerindra, Pradi Supriatna; Politisi PKB, Babai Suhaimi; Ketua DPP PPP, Hj Qonita Lutfiyah dan Politisi PAN, Hasbullah Rahmad.

Sebelumnya, nama putra dari Presiden RI, Joko Widodo yakni Kaesang Pangarep juga sempat menjadi trading topic lantaran dirinya menyebut akan maju di Pilkada Depok. Namun, langkah Ketua Umum PSI itu belakangan tidak didukung oleh orang tua nya.

Jika berkaca dari hasil penghitungan suara sementara Pileg 2024 di Kota Depok, dipastikan hanya Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang bisa mengusung dan mencalonkan wali-wakil wali kota di Pilkada mendatang dikarenakan telah memenuhi syarat 20 persen suara di DPRD.

Pasalnya, dari kuota 50 kursi di DPRD Depok, PKS dipredikasi bakal mendapatkan 12-13 kursi pada pileg kali ini. Itu artinya, hanya PKS yang memiliki tiket untuk mengusung calon wali-wakil wali kota tanpa harus berkoalisi. n Rahmat Tarmuji

 

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button