HeadlineKeagamaan

LK3P UI Ungkap Indeks Kerukunan Umat Beragama di Depok Tinggi, Ini Indikatornya

Margonda | jurnaldepok.id
Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melalui Badan Kesatuan Kebangsaan dan Politik (Kesbangpol) memiliki hasil survei sendiri yang bekerja sama dengan akademisi dalam mengukur Indeks Kerukunan Umat Beragama (KUB) pada tahun 2023.

Kesbangpol menggandeng Lembaga Kajian Kurikulum dan Kebijakan Pendidikan (LK3P) Universitas Indonesia (UI), dilakukan agar memiliki hasil survei yang menjadi dasar melakukan diferensiasi program pemeliharaan kerukunan di Kota Depok.

Menurut hasil survei LK3P UI, indeks KUB di Kota Depok pada tahun 2023 dalam kategori tinggi. Hal itu dijelaskan oleh Direktur LK3P UI, Farhan Muntafa pada, 4 Januari 2023.

“Hasil indeks KUB Kota Depok tersebut menggunakan metode survei dengan menyasar seluruh warga berusia 17 tahun ke atas, tentunya dengan penarikan sampel metode multistage random sampling,” ujarnya.

Ia menjelaskan, untuk skor indeks KUB Kota Depok pada tahun 2023 mencapai 73,43 (kategori tinggi), dengan tiga dimensi utama KUB, yakni toleransi antar umat beragama, kesetaraan antar umat beragama dan kerja sama antar umat beragama.

“Masing-masing dimensi utama KUB menunjukkan nilai sebagai berikut, kerja sama dengan skor 73,48, toleransi dengan skor 73,39 dan kesetaraan dengan skor 73,41,” paparnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, seluruh dimensi utama tersebut diukur dan berpedoman pada Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor : 9 Tahun 2006 Nomor : 8 Tahun 2006 Tentang Pedoman Pelaksanaan Tugas Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah Dalam Pemeliharaan Kerukunan Umat Beragama, Pemberdayaan Forum Kerukunan Umat Beragama, dan Pendirian Rumah Ibadat.

Dalam hasil survei, LK3P UI juga menjelaskan indikator untuk merefleksikan dimensi kerja sama.

“Pertama, berpartisipasi dalam kegiatan lingkungan atau sosial yang melibatkan penganut agama lain, seperti perayaan kemerdekaan, kerja bakti, temu warga, pembagian sembako dan sebagainya, skornya 75,13. Kedua, bersama penganut agama lain membantu orang yang mengalami kesulitan atau musibah, skornya 74,94,” urainya.

Ketiga, lanjut dia, membantu penganut agama lain yang membutuhkan bantuan, seperti perayaan keagamaan, pesta, pernikahan dan lain-lain, skornya 73,56. Keempat, melakukan jual beli atau transaksi dengan orang yang berbeda agama, skornya 75,25. Kelima, terlibat usaha yang dikelola bersama teman atau kolega berbeda agama, skornya 73,56. Keenam, berpartisipasi dalam organisasi yang melibatkan penganut agama lain, seperti serikat buruh, serikat tani, klub olahraga dan sebagainya, skornya 74,94.

Selanjutnya dimensi toleransi, indikator yang merefleksikannya yakni hidup bertetangga dengan penganut agama lain, skornya 75,19. Lalu, penganut agama lain beribadah sesuai agama dan keyakinannya, skornya 73,44.

Kemudian, penganut agama lain membangun rumah ibadah di desa atau kelurahan tempat tinggal anda setelah mendapat izin dari pemerintah setempat, skornya 67,44. Selanjutnya, penganut agama lain melakukan perayaan keagamaan di desa atau kelurahan tempat tinggal anda, skornya 74,13, dan anak anda berteman atau berinteraksi dengan anak penganut agama lain, skornya 75,06.

“Sedangkan indikator yang merefleksikan dimensi kesetaraan di Kota Depok antara lain, semua kelompok agama harus diberi hak untuk menyiarkan ajaran agamanya, sesuai peraturan perundangan yang berlaku, skornya 77,00, setiap warga negara sama di muka hukum, apapun agamanya, skornya 77,06,” jelasnya.

Kemudian, setiap warga negara memiliki hak mendapatkan layanan publik yang sama, apapun agamanya, skornya 77,31, dan setiap warga negara memiliki hak untuk mendapatkan pekerjaan yang layak, apapun agamanya, skornya 77,74. Selanjutnya, setiap siswa berhak mendapat pendidikan agama di sekolah sesuai dengn agama yang dianutnya, skornya 77,56.

Sementara itu, WNI apapun agamanya berhak menjadi kepala daerah, baik itu Gubernur, Wali Kota, Bupati ataupun Kepala Daerah, skornya 69,08, warga negara Indonesia, apapun agamanya, berhak menjadi Presiden Republik Indonesia, skornya 69,14.

*Pengelompokkan Kecamatan

Lembaga Kajian Kurikulum dan Kebijakan Pendidikan (LK3P) Universitas Indonesia (UI) juga melakukan pengelompokkan kecamatan untuk melihat indeks Kerukunan Umat Beragama (KUB) Kota Depok tahun 2023.

Pada klaster pertama, LK3P UI mengelompokkan tiga kecamatan, di antaranya Cimanggis, Limo, dan Sawangan sebagai wilayah yang perlu ditingkatkan dengan evaluasi yang detail mengenai kesalehan ritual, wawasan terkait PUU Kerukunan, fact finding dan persepsi fact finding.

Sedangkan pada klaster kedua, LK3P UI mengelompokkan delapan kecamatan, di antaranya Beji, Kecamatan Cinere, Bojongsari, Pancoran Mas, Sukmajaya, Cipayung, Cilodong, dan Tapos sebagai wilayah yang perlu ditingkatkan dengan evaluasi yang detail mengenai wawasan terkait PUU kerukunan, fact finding, dan persepsi fact finding.

“Dalam analisis klaster Kota Depok tahun 2023, pada klaster pertama tingkat toleransi, kesetaraan, kerja sama, pengalaman, diskriminatif termasuk tinggi,” ungkapnya.

Kemudian, kata dia, kesalehan ritual dalam klaster pertama tersebut termasuk sedang, persepsi fact finding masuk kategori rendah dan wawasan terkait PUU kerukunan dan fact finding termasuk sangat rendah.

Untuk klaster kedua, tingkat toleransi, kesetaraan, kerja sama, kesalehan ritual, pengalaman diskriminatif termasuk tinggi. Sementara, persepsi fact finding termasuk sangat rendah dan wawasan terkait PUU Kerukunan, fact finding termasuk sangat rendah.

*Indeks KUB Kota Depok 2023 Meningkat

Lembaga Kajian Kurikulum dan Kebijakan Pendidikan (LK3P) Universitas Indonesia (UI) menyebut, hasil survei indeks KUB Kota Depok menunjukkan tren peningkatan dari tahun 2022 ke 2023, yakni dalam kategori yang tinggi.

Sebelumnya, indeks KUB Kota Depok pada tahun 2022 skornya 65,2, naik pada tahun 2023 menjadi 73,43. Kemudian, dimensi toleransi pada tahun 2022 skornya 66,2, naik pada tahun 2023 menjadi 73,39.

Dimensi kesetaraan pada tahun 2022 skornya 61,2, naik di tahun 2023 menjadi 73,41, dan dimensi kerja sama pada tahun 2022 skornya 68,2, naik di tahun 2023 menjadi 73,48.

Dari hasil penjabaran-penjabaran tersebut terlihat Kerukunan Umat Beragama atau KUB Kota Depok berada dalam kondisi yang tinggi.

“Sebab, toleransi antar umat beragama di Kota Depok berada di angka 73,39, artinya toleransi antar umat beragama dapat dikatakan baik. Kemudian, skor kesetaraan umat beragama di Kota Depok mendapatkan 73,41 yang mengartikan kesetaraan umat beragama sudah dalam keadaan baik. Lalu, kerja sama umat beragama di Kota Depok menunjukkan hasil 73,48 yang berarti kerja sama umat beragama sudah masuk ke dalam kategori baik,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button