HeadlinePeristiwa

Alami Luka Bacok di Punggung, Penjaga Angkringan Ngaku Dibegal

Tapos | jurnaldepok.id
DR, seorang pemuda yang bekerja sebagai penjaga warung angkringan mengaku dibacok oleh pencuri bermotor atau begal saat melintas di Jalan Raya Kebayunan Kecamatan Tapos.

Kapolsek Cimanggis, Kompol Judika Sinaga mengatakan, dari pengakuan korban kejadian berawal saat korban baru pulang kerja dan mau main ke rumah temannya di daerah Tapos.

“Dalam perjalanan korban ini merasa diikuti oleh dua pengendara motor. Lalu korban mencoba memarkirkan motor di pinggir jalan tidak dalam keadaan terkunci stang tapi malah pelaku mengambil motor korban,” ujarnya.

Saat itu korban mencari pertolongan. Namun pelaku ini malah mendorong motor korban dengan cara di stut pakai kaki.

“Lalu korban mengejarnya, tiba-tiba pelaku menyabetkan senjata tajam dari arah belakang hingga menancap di punggung korban sampai tersungkur di tanah,” paparnya.

Dia menuturkan, korban yang sudah tidak berdaya, pelaku malah merampas HP korban dan meninggalkan motornya tidak dibawa kabur.

“Motor korban yang tidak mau hidup ditinggal begitu saja sama pelaku. Namun kawanan pelaku diperkirakan berjumlah lebih dari tiga orang ini malah merampas HP korban, setelah itu meninggalkan korban dalam keadaan terkapar bersimbah darah di jalan,” katanya.

Atas kejadian tersebut korban mengalami luka serius dibagian belakang dan mendapatkan perawatan di salah satu Rumah Sakit di Cimanggis.

“Tim Reskrim Polsek Cimanggis dibantu unit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya masih menyelidiki kasus ini. Pelaku sementara sudah berhasil kami identifikasi berasal dari wilayah Jakarta Selatan dan masih kami dalami lagi,” jelasnya.

Judika menuturkan, melihat dari hasil olah TKP anggotanya, situasi kondisi di lokasi kejadian tempat korban dibegal minim penerangan lampu jalan sehingga rawan.

“Upaya prepentif kami pasca kejadian sudah dikoordinasikan dengan Camat Tapos jika bisa ditambah penerangan jalan sehingga terang, para pelaku kejahatan paling tidak mengurungkan niatnya untuk berbuat aksi kejahatan,” tambahnya.

Selain itu Judika juga meminta sekaligus mengimbau kepada masyarakat untuk galakkan sistem Pamswakarsa yaitu hidupkan siskamling atau ronda malam di lingkungkan.

“Paling tidak dengan ada siskamling pos ronda dihidupkan kembali dapat nilai positif yaitu dapat mengurungkan niat pelaku kejahatan untuk beraksi dan dapat mencegah aksi tawuran dan penyalahgunaan narkoba serta miras di lingkungan juga,” katanya.

Dalam kejadian ini saksi-saksi sudah dimintai keterangan. Termasuk tim di lapangan masih bergerak mengumpulkan barang bukti termasuk rekaman kamera pengawas atau CCTV. n Aji Hendro

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button