HeadlineKHUTBAH JUMAT

Khutbah Jumat: Berlapang-Lapang Dalam Majelis

Oleh: KH Syamsul Yakin
Wakil Ketua Umum MUI Kota Depok

Berlapang-lapang dalam majelis sangat jelas tertulis di dalam al-Qur’an. “Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: “Berlapang-lapanglah dalam majlis”, maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: “Berdirilah kamu”, maka berdirilah” (QS. al-Mujadilah/58: 11).

Dalam kitab Tafsir Jalalain disebutkan bahwa yang dimaksud dengan majelis adalah majelis Rasulullah atau majelia zikir. Tujuan berlapang-lapang dalam majelis adalah agar orang-orang yang datang belakangan dapat tempat duduk.

Dalam lanskap kehidupan sosial pada masa Rasulullah, ayat ini turun, seperti diungkap Imam Jalaluddin al-Suyuthi dalam kitab Lubabun Nuqul fi Asbabin Nuzul, dilatarbelakangi di antara sahabat ada yang ketika melihat sahabat yang lain datang untuk turut serta duduk di antara mereka di majelis Rasulullah. Namun mereka yang sudah duduk.lebih dahulu tidak mau melapangkan duduk untuk mereka yang masih berdiri.

Dalam riwayat lain, al-Suyuthi menceritakan bahwa pada suatu hari di hari Jumat beberapa orang sahabat yang dulunya turut serta dalam Perang Badar datang ke masjid dan tidak kebagian tempat duduk. Sahabat yang sudah duduk tampak tidak mau memberikan tempat duduk yang memang sempit kepada sabahat yang masih berdiri.

Akhirnya Rasulullah memerintahkan kepada sahabat yang dapat tempat duduk untuk berdiri kemudian meminta sahabat yang masih berdiri untuk menempati tempat duduk mereka. Dalam kitab TafsirJalalain disebutkan bahwa orang yang melapangkan tempat duduk di suatu majelis buat orang lain, kelak Allah melapangkan mereka di surga.

Pendapat ini parael dengan sabda Rasulullah, seperti dikutip oleh Ibnu Katsir dalam kitab Tafsirnya, “Barangsiapa yang memberikan kemudahan kepada orang yang sedang kesulitan, maka Allah akan memberikan kemudahan baginya di dunia dan akhirat. Dan Allah senantiasa menolong hamba-Nya selama hamba itu menolong saudaranya”.

Dalam konteks fragmen di majelis Rasulullah mengenai ada sahabat yang duduk dan berdiri, Ibnu Katsir, mengutip hadits yang bermakna, “Janganlah seseorang menyuruh berdiri orang lain dari majelisnya, lalu ia duduk menggantikannya, tetapi lapangkanlah dan luaskanlah tempat duduk kalian”. Sementara bagi yang melapangkan duduk Rasulullah menjanjikan, “Semoga Allah mengasihani orang yang memberikan keluasan tempat duduk bagi saudaranya”.

Kemudian mengenai penggalan ayat, “Dan apabila dikatakan, “Berdirilah kamu”, maka berdirilah”, dieksplorasi oleh Ibnu Katsir menjadi tiga makna. Pertama, maknanya agar berdiri untuk perang. Kedua, penggalan ayat ini makanya adalah apabila seseorang diundang untuk kebaikan, maka datanglah. Ketiga, maksudnya adalah apabila seseorang perintahkan untuk shalat, maka bersegeralah melaksanakannya.

Rahasia berlapang-lapang dalam majelis dapat diungkap dalam penggalan berikutnya pada ayat di atas, “Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat” (QS. al-Mujadilah/58: 11). Karena mereka sejatinya sedang berburu ilmu dari seorang guru, baik yang dapat tempat duduk maupun tidak.*

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button