HeadlinePolemik

Himpunan Pengusaha Sebut UMK di Jabar Tinggi, Alhasil Banyak Pabrik Tutup

Margonda | jurnaldepok.id
Besaran Upah Minimum Kota (UMK) di Provinsi Jawa Barat terbilang tinggi. Hal itu berdampak pada banyaknya pabrik yang tutup baik secara permanen maupun relokasi ke provinsi lain.

“Mari kita tanya ke diri sendiri, apakah masih relevan demo di tengah situasi begini (banyak pabrik tutup). Akibat upah yang tinggi, maka harga produksi juga mengalami kenaikan,” kata Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia Propinsi Jawa Barat, Ning Wahyu Astutik.

Dia menambahkan, dengan kondisi ini sangat berharap tidak banyak aksi yang dilakukan buruh termasuk mogok massal.

“Karena nantinya produksi industri tidak berjalan dan ditakutkan membuat keraguan konsumen untuk membuat produk ke pabrik di Jabar. Upah tinggi membuat biaya produksi tinggi, sehingga customer ordernya lari ke daerah lain atau ke negara lain. Akibatnya di sini jadi banyak pabrik enggak ada order, terus tutup deh,” paparnya.

Sebelumnya para buruh di Kota Depok merasa kecewa terkait kenaikan Upah Minimum Kota Depok yang tidak sesuai dengan permintannya hingga 15 persen.

Ketua Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Depok, Wido Pratikno, mengungkapkan kaum buruh kecewa terhadap keputusan Pj Gubernur Jawa Barat, Bey Triadi Machmudin yang menetapkan upah minimum kota atau UMK Depok Rp4.878.612.

“Kami Buruh di Kota Depok dan umumnya yang ada di Provinsi Jawa Barat kecewa terhadap keputusan tersebut karena seluruh rekomendasi dari bupati/wali kota tidak dipedulikan. Tetap memutuskan dengan kemauan Gubernur Jawa Barat, jadi tidak mempertimbangkan wali kota atau bupati dari seluruh Jawa Barat,” ungkapnya.

Keputusan Pj Gubernur Jawa Barat, kata dia, lebih kecil dari rekomendasi yang diajukan Wali Kota Depok, Mohammad Idris yaitu sebesar Rp 5.304.307,64 atau naik 12,99 persen dari tahun sebelumnya.

“Sedangkan tuntutan serikat buruh di Kota Depok meminta kenaikan 15 persen menjadi Rp 5.398.551 atau Rp700 ribu,” jelasnya.

Dia mengungkapkan kekecewaan buruh meluap, sehingga di berbagai daerah menggelar aksi, seperti menutup tol, jalanan dan sebagainya. n Aji Hendro

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button